6

PERTANYAAN SULIT ABAD INI


Kalo kalian berfikir pertanyaan sulit itu tentang “KAPAN?” kalian salah!

Karena menurut gw pertanyaan “kapan” itu bukan sulit bagi kaum yang tidak memiliki psangan atau asyik dengan kesendirian selama 5 tahun kemudian sekalinya punya pacar hanya bertahan sebulan lalu sang dambaan hati mutusin tanpa sebab yang jelas lalu kembali dengan kesendirian hingga di tahun 2016 ini genap 2 tahun lamanya (FOKUS RAN FOKUS! JANGAN CURHAT!!) atau memang belum laku menemukan dambaan hati macem gw yang masih sendiri ini (ya elah… bilang aja jomblo, repot banget!).

Okay, bagi kaum jomblo pertanyaam “kapan” bukan lagi dianggap sebagai pertanyaan sulit, tetapi pertanyaan horor! *lah emang beda ya?* beda lah jelas, kalo pertanyaan sulit itu tidak dapat menemukan jawaban yang benar terus kalo horor itu biasanya merk GT MAN! *diamuk massa dilempar dus kosong jiti men*. Lagi pula para jombloers pasti udah nyiapin segudang jawaban atas pertanyaan “kapan” ini, mentok-mentoknya dijawab “Mei, maybe yes maybe no”. Terus yang jadi pertanyaan sulit itu apa dong? mau tau? beneran? mau tau banget? sini… rayu aku dulu #eaaa

 

Ceritanya malem minggu kemaren, nyokap wasap gw buat nitip beli susu Anl*ne yang Gold yang padahal warna dusnya tetep aja ijo putih susunya pun sama bubuk putih ga warna gold, nih gw kasitau ya Anl*ne gold itu ternyata buat usia 50th keatas gitu, jadi jangan kaya gw yang ampir-ampiran beli susu kental manis frisian flag gold, jangan okeh? katro’ itu namanya. Awalnya gw nolak buat beli titipan nyokap soalnya saat itu gw cuma bawa uang 215.125 perak doang (emang masih ada ya duit 25 perak? masih lah orang duitnya ada di ATM (haha)).

Gw pun bales wasap nyokap dengan bilang “males ah cuman punya duit cepek” (dikorting jadi 100.000 biar gajadi nitip) sayangnya nyokap tetep nitip dan malah tereak “nitip susu doang mah ga abis sejutaaaa…”. Buru-buru gw melipir ke supermarket yang jadi musuhnya Nobita di film Dorameon, yang juga suka sama Shizuka dan badannya gede jadi dipanggil Giant. Tau apa yang terjadi sesampainya gw di Giant? ternyata di sana gw gak ketemu Nobita dan teman-temannya, padahal gw udah berharap banget ketemu Doraemon dan minta pintu ajaib buat pergi ke negeri manapun *ini mulai ga fokus lagi, duhh*

Setelah Anl*ne masuk trolly (ini beneran loh susu Anl*ne doang  ditaro di trolly dorong) sebenernya bisa aja sih pake keranjang doang apalagi cuma ditenteng doang itu pun bisa banget! tapi kebetulan pas depan rak susu ada trolly nganggur dan setelah celingak celinguk tampak gak ada yang punya, maka gw bermaksud mengembalikan trolly itu pada tempatnya (gw mah baek) sekalian bayar Anl*ne di kasir. Saat menuju kasir gw melewati lorong perlengkapan mandi dan pembalut wanita, yang mana di rak shampoo gw melihat ada ibu-ibu yang udah tua (mau bilang nenek-nenek takut belom nenek-nenek, mau bilang kakek itu mah ngaco, hehe) dan ini terlihat wajar, yang gak wajar itu dibelakangnya ada cewe cowo lagi pacaran di rak pembalut wanita! ini ngapain coba pacaran disitu?? mana si cowo ganteng banget lagi *ini gada hubungannya sih* emangnya asyik ya diskusi pembalut yang nyaman dipake bareng pacar? menurut gw sih aneh aja gitu diskusi pembalut ama cowo, andil si cowo apa coba? kan ga ikut make, pengen sih nyamperin mereka dan nanya kenapa milih pembalut ama pacar, tapikan nanti dikira gw modus pengen kenalan ama cowonya. Padahal ya emang! 

Cewe cowo itu gw lewatin  gitu aja, gw gak berani buat merebut si cowo soalnya gw bukan pemain sinetron dan hal-hal kaya gitu kan cuma ada di sinetron. Pas gw lewatin si ibu, tiba-tiba trolly gw diberentiin gw kaget campur takut, takutnya gw dihipnotis terus duit sama hape gw diambil, tau kan gerombolan ibu-ibu yang dipasar modus belanja padahal ngehipnotis terus tanpa daya kita nyerahin perhiasan dan uang, tapi gw sadar gw gak lagi dipasar dan si ibu ini sendirian *fyuhh lega*

Gw tanya dengan ramah si ibu tua itu, “kenapa bu? ada yang bisa dibantu?” kemudian si ibu nyodorin shampoo Pentin ke gw  dan bilang “ini untuk apa?” setelah gw baca dengan seksama gw bilang lagi ke si Ibu “ooh Anti Dandruff… ini buat yang berketombe bu, kalo pake ini ketombenya bisa ilang bu”, si Ibu naro botol shampoo yang ditanyain ke gw terus ngambil lagi botol shampoo lain, “kalo yang ini untuk apa?” setelah gw baca sekilas, gw pun menjelaskan dengan rinci bagai seorang SPG yang tau betul akan produknya ke si Ibu “Nah kalo ini Silky Smooth Care, supaya rambut ibu halus dan mengkilap” lalu gw tambahin “ini juga bisa menyuburkan rambut bu, merawat rambut sampe ke akarnya kalo rontok pake ini rontok berkurang bu” penjelasan yang terakhir gw emang rada sotoy sih, tapikan gw pengen aja gitu tampak berwawasan di depan si ibu, si ibu pun manggut-manggut sambil ketawa kecil “saya bukan mau tau anti ketombe ato apanya mbak, saya cuma mau tau saya ambil shampoo apa kondisioner”

JLEB! HAPAAAAAHH?? 

DAYUM! disitu gw merasa sia-sia lah hidup didunia, sia-sia juga wawasan yang gw bagi ke si Ibu dan gak guna juga balikin trolly ke tempatnya. Disini entah gw yang gak fokus atau si Ibu yang gajelas nanyanya apa, pokonya gw ngerasa malu banget dengan penjelasan gw tadi itu ditambah kesotoy-an yang membuat gw tampak bego, gw noleh ke yang lagi pacaran berharap mereka gak denger obrolan gw dan si Ibu dan kayanya sih mereka ga denger (semoga). Gw buru-buru pergi dari hadapan si Ibu dorong trolly sambil gigit dus Anl*ne ke kasir :-( .

Menurut gw ini catetan penting sih buat produsen shampoo, supaya kalo bikin botol antara Shampoo dan Conditioner ada beda yang signifikan, misal botol kondisioner ada sayapnya (dikata pembalut) ya pokonya ada perbedaan yang sangat jelas supaya orang lansia juga bisa bedain dari fisik botol tanpa harus baca labelnya, kalo engga naro botolnya jauhan antara shampoo dan kondisioner, misal botol kondisoner taro di deket kecap kalo pun salah kan bisa dimakan bareng nasi (kecapnya yaa bukan kondisionernya). Duhh! (unsure)

 

Sekian.

Advertisements
4

Unwell


I feel phisically sick but my head is also being weird
I can’t feel my head anymore
My mind is too messed up
I don’t even understand them
I don’t even know why its all acoming back to me

Maybe I should put a bullet through my head so I can just forget it
Or maybe deep in my head i misses someone
Or might I feel jealous to no one…

0

Dejavu


Once upon a time, when you loved someone so deep and and that someone leave you for good,
And you’ve been hurt so bad because of it,
Now, you’re just do exactly the same way like someone in your past,

Abandoned person who love you and care you as well…

Posted from WordPress for BlackBerry.

0

Pupus


Dua meja arah pukul dua tempatku menjelajah dunia maya dengan hotspot di cafe favoritku ini terduduk seorang wanita dengan setelan pakaian serba hitam membalut tubuhnya yang kurus namun berisi dan stilletto yang membuatnya terlihat menjadi seksi , wajahnya cantik dengan garis yang tegas. Aku kira usianya 30 tahun…
Di arah pukul sebelas terhalang tiga meja dari tempatku duduk terdapat sepasang kekasih yang duduk saling berhadapan, aku dapat melihat jelas wajah gadis itu berseri-seri, sepertinya bahagia akan kencan dengan kekasihnya itu. Kulit si gadis putih perawakannya kecil namun tinggi dan berwajah imut, pakainya serba pink plus aksesoris bandananya tak ketinggalan berwana pink polkadot, aku tebak usianya 23 tahun. Sang pria tidak bisa aku jelaskan, karena dia membelakangiku, yang aku tahu kekasih ini memiliki bahu yang bidang dan sedikit lebih tinggi dari si gadis pink.

Buatku tempat ini adalah “hotspot” yang sempurna dari sekian banyak cafe yang pernah aku datangi. Jika aku datang ke tempat ini aku bisa menghabiskan waktu berjam-jam bahkan bisa dibilang seharian, yang aku lakukan disini selain berlaptop ria adalah mengamati orang-orang yang datang dan pergi dan inilah yang menjadi alasan aku betah berlama-lama di cafe ini, karena aku pelanggan yang cukup sering datang kesini, para waiter/s sudah maklum jika aku datang kesini dengan hanya memesan secangkir Double Esspreso dan dua potong Croissant, mungkin juga karena aku sering meninggalkan tip seharga dua Croissant di cafe itu dan terkadang juga lebih.

Wanita dengan stiletto berbicara di handphonenya, aku tidak dapat mendengar apa yang dikatakan wanita itu, hanya saja raut wajah wanita itu terlihat marah sekaligus sedih, wajahnya menunjukkan keteguhan bagai batu karang, dua alisnya bertaut dan dahinya mengernyit.
“Persetan dengan jodoh tak akan kemana!” Ujar si wanita stilletto hampir berteriak sambil membantingkan handphone ke dalam tasnya. Dia pun menyulut sebatang rokok dengan frustasi membuat Zipponya susah menyala kemudian setelah 4 kali percobaan barulah menyala, tanganya gemetar karena bagitu emosi. Dia meneteskan air mata namun cepat-cepat ia menghisap rokonya lalu menyesap burbon dalam sekali tenggak. Wanita itu berpisah dengan kekasihnya dugaanku…

Sepasang kekasih di arah jam sebelas mereka saling menggenggam tangan, namun kemudian si pria beranjak dari kursinya tapi tidak diikuti oleh si gadis pink. Si gadis pink diputuskan oleh kekasihnya juga pikirku, berbeda dengan si wanita stilletto yang frustasi dengan rokoknya, si gadis pink hanya duduk dikursinya sambil menunduk dan menangis sesenggukan.

Sungguh ironi yang menyedihkan bagi kedua perempuan ini, hati mereka pasti teriris pilu mendapati kenyataan yang belum siapp mereka terima. Keduanya menangis dengan cara yang berbeda.

Disinilah aku, hanya duduk dan mengamati kedua perempuan itu menyerap inspirasi dari setiap kejadian lalu menuangkannya dalam cerita untuk proses novelku yang kelima di akhir tahun nanti.

Apakah aku picik? Seenaknya mencomot kisah seseorang untuk aku jadikan novel. Aku rasa tidak, aku tidak sepicik itu. Aku pernah berada di posisi kedua perempuan ini, aku tahu betul perasaan mereka.

Aku seorang lelaki, dan lelaki sejati memilih jalannya sendiri. Hal ini tidak ada hubungannya dengan trauma, aku hanya tidak tahu caranya mencintai atau mungkin aku sudah lupa.

Entahlah…

Harapanku pupus tiga tahun yang lalu…

Posted from WordPress for BlackBerry.

0

Surat Kaleng


Bolehkah aku bercerita tentang dirimu kepadanya? Kau bilang tidak, tapi tetap aku ceritakannya…

Bolehkah aku membandingkan dia dengan dirimu? Kau belum sempat menjawab karena aku lebih dulu melakukannya…

Bolehkah aku berbagi cerita dengannya? Kau hanya tersenyum dan aku pun berlari bercerita padanya…

Bolehkah aku menyapanya untuk sekedar silaturahmi? Kau hanya diam, karena aku pun melakukannya dengan diam-diam…

Bolehkah aku sedikit merindukannya? Kau pun acuh, karena cuma aku yang merasakannya…

Bolehkah aku mengucapkan selamat ulang tahun untuknya? Kau bilang boleh, aku pun merangkai kata-kata manis untuknya…

” Pergilah sayang, janganlah kau sia-siakan waktumu untuk terus bertanya kepadaku kejarlah cintamu, dia menunggumu… ”

Bunyi surat dalam secarik kertas tanpa amplop hanya digulung dimasukan kedalam botol dengan namaku yang tertera di leher botol:
‘ Teruntuk: Adit ~Sang belahan jiwa~ ‘

1

KehilanganMu


Ada hati yang terus menerus dilukai dan menggerus perasaan hingga menimbulkan kegelisahan dan kesedihan tiada terkira, membuat air mata menetes dan merasakannya hingga mengering.

Pelajaran apa yang dapat diambil dari semua ini?
Apakah manusia harus menjadi orang yang kuat?
Apakah manusia tidak boleh gampang sakit hati?
Apakah manusia harus menjadi orang sabar?
Lalu, untuk apakah sabar itu?
Dimana sabar itu disaat manusia mulai lelah dengan badai yang menerjang?

Bolehkah mati saja?
Bisakah Engkau mengampuni orang-orang yang menyerah di tengah lelahnya perjuangan hidup? Karena setidaknya mereka sempat berjuang.

Jika manusia yang menyerah lalu tak kau ampuni, maka saat manusia meneteskan air mata bisakah Kau berkata … Tersenyumlah.

0

Tiga Kota Satu Keabadian


“Selamat natal sayang” ujarku sambil membersihkan tangan yang berlumur noda merah pekat.

Aku melakukannya dengan cepat dan presisi! Hampir saja aku meleset, kalau saja aku tak meneguhkan niat ini rencanaku hampir saja gagal.

Kala sepersekian detik dia mengembangkan senyum paling indah yang pernah aku lihat seumur hidupku. Saat itulah aku lengah, dia tahu aku menyerah pada senyum tulus itu dan dia tahu aku jatuh cinta oleh senyum itu. Tapi kali ini aku tidak akan kalah, tekadku sudah bulat.

Kau menjatuhkan tubuhmu kepadaku, dan aku merasakan cukup sekilas kau mengalungkan lenganmu padaku seolah kau tak percaya namun tetap pasrah padaku.

Ada rasa hangat di tangaku, aku yakin itu darahmu yang merembes melalui bajumu kemudian pada belati yang aku gengggam, belati yang aku hunuskan tepat di jantungmu, kau memang membuka mulutmu tapi kau tidak bersuara sedikitpun, sesuai sekali dengan rencanaku.
Ah, kau memang gadisku yang manis.

Nira, aku teramat sangat mencintaimu. Bawalah hatimu yang hanya untukku dalam keabadian. Dengan begitu aku tidak akan melukai mu lagi, dan kau tak perlu menangis karena luka dihati bukan?

~Bandung, Desember 2088

Dikota inilah yang aku sebut sebagai ‘pelarian’, pelarian atas rutinitas kerja yang tiada habisnya, tekanan yang membuat jiwaku semakin terbelenggu, di kota ini beban hidupku serasa ringan aku merasa tentram.

Kenangan masa kecilku disini, teman-temanku yang selalu menyambut dengan hangat kapanpun aku pulang, mereka pasti hadir untuk menghiburku menemaniku bernostalgia.

Bagaimana mungkin aku tidak bisa menyebut kota ini sebagai ‘rumah’. Ya, rumah yang selalu menentramkan hatiku.

~Yogyakarta, Agustus 2088

Tidak perlu susah-susah makan kambing agar tensi darah menjadi tinggi, cukup tinggal dikota ini otomatis tensimu akan naik, bagaimana tidak? Kota ini panas sekali, aku kira matahari hanya berjarak sejengkal dari kota dimana aku berlomba-loma mengais rezeki ini.

Ritme kerja orang-orang disini sangat cepat, saking cepatnya kau tidak akan sempat mengobati luka akibat ‘disikut’ rekan-rekan kerjamu. Tidak ada waktu untuk bermalas-malasan disini. Hanya dua hal yang perlu dikerjakan disini; mengejar jabatan dan mengumpulkan Harta, disinilah tempatnya.

Tak perlu ibadah karena tidak mungkin ada waktu,andalkan saja istrimu atau keluargamu untuk mendoakanmu, maka garansinya tak perlu diragukan. Tak perlu pula berkasih-kasihan disini yang ada kau hanya memberikan harapan kosong. Tapi buatku, selalu ada rindu untuk dia.
Bodohnya dia selalu mencintai aku yang brengsek ini, dia selalu menungguku, dia selalu menyisakan cinta dengan tulus yang membuatku semakin merasa bersalah.

Nira, aku punya kejutan untukmu di hari natal nanti. Aku janji aku tidak akan membuatmu menungguku lagi.

~Semarang, Juli 2088