2

Smaradhana 2


Aku tergagap bangun saat merasakan cairan yang cukup deras menampar wajahku, cairan yang sengaja diguyurkan oleh seseorang ke tubuhku secara sekaligus dan kasar

Seseorang itu aku yakin seorang pria usianya kukira sepantar denganku, aku tak dapat melihat wajahnya dengan jelas karena ia membelakangi cahaya dan menggunakan topi aku hanya melihat siluet hidung dan mulutnya saja dan aku melihat bibir si pria itu seperti tertutup darah kering, entahlah sepertinya bekas sariawan yang parah. Pria itu berjongkok mendekatiku dan mengatakan sesuatu penuh emosi dekat sekali dengan wajahku, namun aku tak mendengar jelas apa yang ia katakan, telingaku berdengung akibat kemasukkan cairan tadi.

Aku tak mengerti mengapa tanganku terikat kebelakang dan mengapa tubuhku basah begini? aku berusaha mengingat hal terakhir sebelum aku berada disini namun sia-sia aku tidak dapat mengingat apa-apa dikarenakan kondisi tubuhku yang teramat sangat letih, antara lapar, haus dan ketakutan semua bercampur menjadi satu, dan diantara sadar dan tidak aku bertanya pada pria yang menyiram tubuhku tadi;

“siapa kau?”

“dimana ini?”

“apa salahku?”

Alih-alih mendapat jawaban, pria itu mengambil lagi seember cairan dan menyiramkan ke tubuhku dan ke sekeliling ruangan, kali ini aku menyadari cairan apa yang sedari tadi mebasahi tubuhku ini, aroma cairan ini yang sangat khas jika kita sedang berada di stasiun pengisian bahan bakar kendaraan. Ya! Cairan ini cairan bensin!

Sesaat aku melihat ke arah si pria itu, dia sedang sibuk merogoh kantong jaket dan saku celananya aku yakin betul dia sedang mencari korek api. Sial! dia akan membakarku hidup-hidup!

*

Hari ini adalah tepat 3 bulan lamanya aku tinggal di kota metropolitan ini, kota yang konon katanya tidak pernah tidur, kota yang selalu semarak dengan hingar bingar kehidupan dan kemacetan yang tidak dapat dihindari baik itu di jam pulang kantor maupun diluar jam kantor, kota yang juga memiliki tingkat kriminalitas paling tinggi, kriminalitas yang disebabkan oleh jurang kesenjangan yang cukup dalam antara si miskin dan si kaya. Ya, itulah Jakarta, selalu ramai dan penuh dinamika disetiap detiknya.

Kekasihku sudah 3 bulan lebih dulu menginjakkan kaki di Jakarta ini, saat ini dia bekerja sebagai perawat di Rumah sakit di daerah Jakarta Selatan. Seharusnya kami pergi bersama-sama ketika hijrah ke Jakarta ini,  pada awalnyanya aku mengajak kekasihku untuk pindah bekerja ke Jakarta, ajakanku ini karena aku diterima bekerja sebagai Surveyor Sipil di perusahaan kontruksi di daerah Cilandak, namun seminggu menjelang keberangkatan kami ibuku meninggal dunia, karena hal tersebut kekasihku berangkat lebih dulu dan aku berangkat menyusul setelah selesai mengurusi pemakaman ibuku bersama ayahku.

Di kampungku ayahku seorang penghulu agama Syiwa, sehingga ketika mendiang sang istri meninggal ayah menginginkan ritual kremasi untuk pemakaman istrinya. Kebetulan beberapa bulan sebelummnya ada beberapa warga yang juga meninggal dunia, keluarga yang ditinggalkan tersebut berdiskusi bersama ayah serta tetua lainnya dan sepakat melangsungkan upacara Ngaben secara massal, jenazah ibu yang sudah dikubur selama 12 hari kemudian dilaksanakan upacara Ngaben bersama jenazah-jenazah lainnya, selesai prosesi upacara adat Ngaben dan segala macam ritual adat lainnya barulah aku pamit kepada ayah dan adik-adikku untuk berangkat ke Jakarta.

Hal pertama yang aku lakukan ketika menginjakkan kaki di Jakarta hanya dua yaitu; membeli kipas angin baik kipas angin standar berdiri maupun kipas angin elektrik yang dapat kubawa kemana pun aku pergi dan jika mati aku hanya perlu mengganti baterainya tipe AA sebanyak 2 biji, hal lainnya adalah mengunjungi kekasihku, bagaimanapun aku merasa tidak enak kepadanya, aku yang mengajak hijrah tapi ia yang tiba duluan dan mengurus segala keperluannya sendirian.

Aku merasa lega setelah bertemu dengan kekasihku dia baik-baik saja, maksudku dia betul-betul tidak kesal sedikitpun terhadapku, darimana aku yakin akan hal itu? aku mengetahui dari senyumnya, senyum yang aku kenal sejak kami SMA, dia memiliki senyum yang tulus dan sikapnya yang penyabar, maka ketika hari wisudaku tiba aku meminta dia untuk menjadi PW (pendamping wisuda)-ku dan saat itu pula lah aku memberanikan diri menyatakan cintaku, kami pun berpacaran hingga sekarang sudah 2 tahun lamanya.

Sepulang makan bersama kekasihku, dia menunjukkan tempat dia bekerja dan kost-an nya selama di Jakarta ini, setelah tiba di depan kosannya, dia menunjuk jendela paling kiri  yang dia sebut sebagai kamarnya, dia pun mengenalkanku kepada pemilik kost bahwa aku adalah kekasihnya sedari kuliah. Pemilik kostan mengingatkan kepada kami bahwa tidak boleh membawa masuk laki-laki kedalam kamar juga tidak boleh membawa hewan peliharaan berupa anjing. Meskipun baru kali ini aku menginjakkan kaki diluar pulau Dewata, namun aku cukup memahami peraturan umat muslim akan najisnya air liur anjing dan wanita yang tidak boleh menunjukkan rambut atau auratnya dihadapan lelaki yang bukan suaminya. Pak Haji Dadang pun pamit masuk kedalam dan meninggalkan kami yang tengah duduk di teras kostan. Aku pun merasa lega untuk kedua kalinya saat mengetahui kostan kekasihku berada dalam lingkungan yang baik, hari sudah sore sang surya mulai terbenam dan menyisakan lembayung indah dengan semburat keemasaanya di ufuk barat aku pun pamit kepada kekasihku untuk kembali ke mess-ku.

Ternyata tindakanku untuk langsung menemui kekasihku di awal aku tiba disini ada benarnya, karena meskipun kami berada di kota yang sama, kami berdua sama-sama sibuk oleh kerjaan masing-masing, di akhir pekan kekasihku tidak libur, justru dia mendapat 2 shift sekaligus menggantikan temannya yang sedang hamil tua. Aku sendiri memiliki kesibukan proyek-proyek dengan deadline yang memaksaku sering lembur. Dua minggu setelah aku bergabung di perusahaan konstruksi tempatku bekerja, aku mendapatkan tugas untuk keluar kota di ujung Indonesia paling timur, disana kami akan membuat tank bola di dalam laut perkiraan waktu untuk mengerjakan proyek tersebut adalah 2 bulan. Dalam hal ini aku perlu menemui kekasihku untuk pamitan sekaligus mengajak sembahyang bersama, kekasihku mengajak muspa di Wira Dharma Samudra, katanya Pura ini dekat tempat kerjanya di daerah Fatmawati yaitu di komplek marinir di daerah cilandak juga dan benar saja kami hanya perlu berjalan kaki menuju Pura ini dari Rumah Sakit tempatnya ia bekerja.

Saat kami memulai muspa, aku memusatkan pikiran kepada Dewata Agung dan harum asap dupa menenangkan bathinku semakin khusyu‘ aku melantunkan doa-doa pujian hingga aku merasakan adnjana sandhi, aku menghaturkan doa-doa kepada Hyang Widhi, sayup-sayup aku mendengar kekasihku menyanyikan sebuah Kidung Warga Sari;

Purwakaning angripta rumning wana ukir.
Kahadang labuh. Kartika penedenging sari.
Angayon tangguli ketur. Angringring jangga mure.

Sukania harja winangun winarne sari.
Rumrumning puspa priyaka, ingoling tangi.
Sampun ing riris sumar. Umungguing srengganing rejeng

“Tadi indah sekali” kataku memulai obrolan

“Hah? maksud bli’ pura di komplek marinir tadi?” jawab kekasihku polos

“Haha… bukan pura nya, tapi kidungmu tadi, itu indah sekali” kataku sambil menggandeng tangannya untuk menyebrang bersama

“Ah, bli’ bisa saja, aku jadi malu. Tapi terimakasih pujiannya bli’ “ ujarnya sambil malu-malu

“Sama-sama… Kamu nanti jangan rindu aku terus ya, bagiku kamu sudah menggenggam separuh hatiku, biarkan aku yang selalu merindumu” godaku lagi sambil tertawa

“Bli ini bicara apa sih? Malah membuatku tambah malu” katanya sambil menunduk

“Yasudah, aku pamit pulang ya, terimakasih untuk hari ini, aku usahakan selama aku di proyek aku akan selalu menghubungimu, semoga disana ada sinyal untuk menghubungi mu”

Om Swatiyastuu… Rahajeng wengi” kataku sambil dadah-dadah 

Om Swatiyastuu… ” jawab kekasihku lembut

**

“Teliliitt… teliliitt… teliliitt…teliliitt” aku langsung menyambar hapeku , di layar hape muncul nama kekasihku dan emoticon bunga mawar “Puspa Sukma @–>—“

“Hallo Pus?” aku menjawab telepon singkat

“Hallo bli? Bli bagaimana keadaanmu disana? Apakah semuanya baik-baik saja?” dengan suara agak terputus-putus

“Iya, kamu jangan khawatir aku dan tim ku baik-baik saja disini, bagimana denganmu? Apakah kamu baik-baik saja” kataku sambil berjalan menacari tempat yang lebih tinggi agar mendapat sinyal lebih bagus

 “Umm…. Bli, kukira aku merasa tidak enak hati bli” katanya dengan nada ragu-ragu

“Tenang Pus, aku tidak mungkin kepincut dengan gadis-gadis disini, lagipula kau sudah membawa separuh hatiku, kau ingat?” kataku mencoba menenangkannya

“Bukan seperti itu maksudku bli, tapi aku merasa ada seseorang yang sedang mengawasiku” kata Puspa dengan suara agak terputus-putus

“Biar saja kamu diawasi Pus, mungkin kamu akan dijadikan kepala Perawat oleh supervisor-mu” kataku enteng

“Bukan begitu bliiii’, bukan pengawasan di tempat kerjaku, tapi diluar seperti ketika aku hendak berangkat kerja begitu pula dengan pulangnyaa” kata Puspa dengan suara agak meninggi,

Seketika dudukku menegang, aku merasakan kepanikan dalam suara Puspa, lalu obrolan kami menjadi lebih serius;

Aku : Maksudmu seseorang sedang membututimu?

Puspa : Iya bli, aku seperti sedang diikuti seseorang

Aku : Apakah seseorang itu laki-laki?

Puspa : Entahlah bli, aku hanya merasa sedang diikuti, namun ketika aku menoleh aku tidak melihat ada orang mencurigakan, tapi aku betulan merasa sedang diawasi

Aku : Pus, kamu tenangkan diri oke? proyekku disini hampir selesai, 5 hari lagi aku segera pulang.

Puspa : Oke bli, maaf membuatmu khawatir, bli jaga kesehatan yaa, jangan lupa sembahyang.

Aku : Iya Pus, kamu juga jaga diri baik-baik. Doaku selalu menyertaimu.

Piip! telepon dimatikan, meskipun Puspa bilang untuk tidak khawatir tentu saja aku khawatir setengah mati, sebab Itu JAKARTA! kejahatan apapun dapat terjadi disana dan yang membuatku sebal adalah itu BUKAN BALI! aku tidak dapat meminta tolong siapa-siapa untuk menjaga Puspa yang sedang ketakutan disana. AARGGHH!! aku semakin kesal ketika pikiran negatif membayangiku aku takut hal yang tidak-tidak terjadi pada Puspaku. Aku pun segera sembahyang, memohon ampun melantunkan puja-puja kepada Dewata Agung untuk memberikan keselamatan untuk Puspa.

Perkiraanku untuk kembali ke Jakarta, meleset maju satu hari, aku lebih cepat sampai 4 hari dari dugaanku, sore tiba di Bandara aku bergegas ke mess untuk makan dan membersihkan badan secepat kilat dan langsung menuju ke tempat kerja Puspa, malam ini aku akan menjemputnya dan mengantarnya pulang ke kostan.

Puspa reflek memelukku ketika kami bertemu, suara Puspa sedikit bergetar ketika dia bilang dia sedang ketakutan, aku merasa kasihan untuknya, aku pun menawarkan untuk menjemputnya setiap ia pulang kerja, aku merasa itu sebagai bentuk tanggung jawab yang bisa aku lakukan karena aku sudah mengajak Puspa bekerja di Jakarta ini.

Seperti biasa sampai teras kost-an nya aku pamit pulang dan kami dadah-dadah sampai aku tidak terlihat di belokan ujung jalan kost-an khusus Putri itu. Entah hanya perasaanku yang sedang tidak enak atau memang aku kecapekan, aku merasa sangat tidak enak badan dan naluriku menyampaikan energi yang negatif, aku berusaha menghalau naluri negatif itu dan berfikir sepertinya aku akan flu atau masuk angin, entah mengapa pula aku masih menoleh kebelakang meskipun kost-an Puspa sudah tidak terlihat. Saat menoleh untuk kedua kalinya barulah aku membenarkan naluriku namun terlambat… sebuah tongkat bisbol menghantam pelipisku seketika akupun ambruk tanpa sempat membela diri.

***

Akhirnya setelah berusaha mengingat-ngingat kejadian terakhir, aku mengerti mengapa aku bisa sampai disini, aku pun mengerti siapa pria bajingan yang telah menyekap dan mengikatku ini, rupanya bajingan ini yang telah membuat gelisah Puspa selama 2 bulan terakhir ini.

Kondisiku saat ini sangat menyedihkan, sekujur tubuh dan bajuku basah tersiram bensin, aku berusaha mencari jalan keluar dari situasi yang membuatku tak berdaya ini, ketika aku berusaha mengambil potongan beling untuk membuka tali yang mengikat kedua tangan di belakang punggungku, tiba-tiba si pria itu mengumpat dan berbicara tidak jelas, aku refleks pura-pura memejamkan mata seolah pingsan.

” BRENGSEK! KOREKKU TERTINGGAL DI DALAM MOBIL” umpat si pria sambil memukul-mukul kepalanya sendiri

Pria itu berjalan melewatiku, sepatu boot-nya menginjak kakiku, aku kesakitan dan ingin menjeris namun aku tahan, karena aku tahu pria ini akan membatalkan niatnya mengambil korek begitu tahu aku sudah sadar.

Saat pria itu kelaur dari ruangan ini, aku bergegas mengambil potongan beling yang ada dekat kakiku, tanpa melihat aku berusaha mengiris tali yang mengikat kencang pergelangan tanganku.

Aku mendengar derap langkah kaki pria itu untuk masuk ke ruang gelap ini, sial! sial! aku tak cukup cepat membuka tali di tanganku ini. Akupun kembali terkulai bukan untuk pura-pura pingsan tapi aku merasa aku kalah mental dengan situasi yang aku hadapi  saat ini, bagaikan bebek yang siap disembelih aku hanya bisa pasrah, dalam hati aku hanya melantunkan doa-doa kepada Ida Sanghyang Widhi

Om Apasyam gopam anipadyamanam a ca para ca prthibhih carantam sa sadhricih sa visucir vasana” (Ya Tuhan! hamba memandang Engkau Maha Pelindung, yang terus bergerak tanpa berhenti, maju dan mundur di atas bumi. Ia yang mengenakan hiasan yang serba meriah, muncul dan mengembara terus bersama bumi ini),

Dan lagi aku membaca doa untuk segala marabahaya yang terjadi;

Om om asta maha bayaya, om sarwa dewa, sarwa sanjata, sarwa warna ya namah, OM atma raksaya, sarwa satru winsaya namah swaha”  (Oh SangHyang Widhi Wasa penakluk segala macam bahaya  dari segala penjuru, hamba memujamu dalam wujud sinar suci dengan beraneka warna dan senjata yang ampuh, oh SangHyang Widhi Wasa lindungilah jiwa kami, semoga semua musuh binasa)

Sambil tetap berusaha melepaskan tali di tanganku yang terikat kebelakang, namun semakin aku berusaha melepaskan tali yang terikat kuat di tanganku semakin sia-sia usahaku, tanganku bagaikan seekor tikus yang dimangsa ular, semakin meronta tikus itu semakin kuat belitan ular mencrengkramnya. Usaha melepaskan tali ini hanya membuat tanganku semakin terluka, beling yang aku gunakan itu malah  mengiris-ngiris tanganku .

Pria itu kini jongkok dihadapanku di tangannya tergenggam korek api, pria itu dengan kasar mencengkram kepalaku sambil berkata;

“gadis itu milikku! kamu sebaiknya pergi saja ke neraka!” dengan nada meremehkan dan menghempaskan kepalaku dengan kasar,

Dengan sisa-sisa tenaga yang ada aku hanya berkata lirih “Semoga Tuhan mengampunimu”

Mendengar perkataanku pria itu malah tertawa sangat keras membahana di ruangan yang hanya sekecil itu, ia pun bangkit berdiri dan bersiap-siap menyalakan korek, namun korek api itu sulit sekali untuk dinyalakan karena ia menggunakan sarung tangan, dia pun melepas sarung tanganya dan betapa mengerikannya beberapa kuku jemarinya terlepas meninggalkan jari-jemari yang buruk dan darah yang juga mengering.

“BRUAAAKK” tiba-tiba sebuah suara datang dari arah pintu, saat aku memicingkan mata dan berusaha melihat sosok di ambang pintu itu, mataku seakan tak percaya, sosok itu Pupsa!

Puspa kekasihku,dibelakangnya banyak orang menodongkan pistol dan senapan, rupanya dia datang dia datang bersama serombongan polisi. Gadis pintar, polisi mnyeruak masuk dan menodongkan senjata mereka dari berbagai sudut ke arah pria di hadapanku ini, seorang polisi melumpuhkannya dan pria itu kini berlutut dengan tangan dibelakang kepala, menyaksikan kejadian itu membuatku berlinang air mata, aku semakin lelah dan aku kehilangan banyak darah baik dari lengan dan kakiku, dalam keadaan seperti itu aku berterimakasih kepada Dewata Agung yang sudah mendengar doa-doaku lalu kepada Puspa sang belahan jiwaku aku sungguh mencintaimu Puspa Sukmaku, Puspa menghampiriku dia menyandarkanku dipelukannya, dia berulang kali memanggil-manggil namaku dengan wajahnya yang bercucuran air mata namun tetap terlihat cantik, akupun tersenyum saat memandang wajahnya,

“Bli Sapta… bangun bli ini aku”

“Bli Sapta kumohon sadarlah, kamu akan naik-baik saja sekarang, kau bersamaku sekarang bli”

suara itu seolah berdengung di kepalaku aku tak sanggup untuk menjawabnya tubuhku terlalu letih untuk tetap tersadar tubuhku merosot dan aku tak sadarkan diri di pangkuan Puspa, aku percaya perkataan Pusapa bahawa segala sesuatunya akan baik-baik saja, hanya saja tubuhku tak sanggup menahan rasa sakit dan beban kejadian ini, aku terlalu lemah namun atas segala rasa yang campur aduk itu aku merasakan kelegaan yang luar biasa lalu segalanya menggelap dan aku tak ingat apa-apa lagi.

*SELESAI*

 

Advertisements
7

EF 16.9 UNEXPECTED EVENTS FROM YOUR BLOG


My life did!

My life hits me at the most unexpected times and I’d appreciate every moment that brings to me.

But from my blog? I guess nothing really happens from my blog… I mean my blog is just a blog, as you can see nothing special there (gpokerface).

 

I have an unexpected event when on Saturday. Saturday, 20th February 2016 precisely. That day is so special, because that day I’ve had go to work and work like other days I used to go to work from 9am to 5pm, but on saturday I’ve working from 10am to 3pm (you working on saturday! while in the other people taking their day off!! and where’s the special in that??!!) (gfuu)

Well, it is special.

That day, a security man came to my room and he’s act politely before enter my room, he’s knocking my door;

“knock… knock… knock”

Ubinya belom mateng…” I said

“Excuse me, you have a guy who need to meet you” Security man said

“Oh, who?” I replied

“I don’t know mam, he’s waiting in front office”

My heart pulse pounding really hard, in my mind there’s a guy who want asking me to go out to date, yaayy! I’m going to dateeee (gyay)

 

And you know what? The guy that I see was not the guy that I was expected, by the time I’m thinking “Life is hard when something you have been expecting doesn’t match with the reality is”   

So when I entered the front office, there was standing a guy with the helmet on and piece of paper and pen on his hand and he’s so orange. Yeah, he is the postman  (gyea)

Right a moment before my jaw drops, he says :

“Miss Rani? you have to sign ini here” he giving me the paper and pen

And then he give me a postcard.

 

I straight back to my office room and read the post card, and  I suddenly shout : Yaaaayyy!! yiippiiee ya yeay! yippiee ya yooy!!

I’ve got postcard from Germaaaaan!! I even don’t remember that someone promising me a postcard. I’m so happy and yes the postcard really made boost my mood  .

My big thanks to my friend my sister and a very kind woman Teh Dewi Firyani, thank’s a zillion teteh, the postcard is so sweet and I love it! I love you teteh (girlkiss).

 

image

A beautiful town near Nurnberg “BAMBERG” Germany

 

 

image

I love her handrwriting, and yes Teteh I really love the postcard and the picture on it 

 

 

So, I guess that’s the unexpected events from my blog.

Altough my blog are flat passive and none read it or some people may read it, but I’m so proud of my blogs, because of why? because it’s mine. My mind my thoughts and my random silly stories when I can’t speak it out loud but my mind did through my writings.

 

PS: this is my third challenge of Blog English Club, hope you enjoy to read it and perhaps you have awesome stories about unexpected events from your blog, just post it in here. Thank you 🙂

 

Adios 

20

EF 16.8 WHAT MAKES YOU GO AND WATCH A MOVIE?


I love watching movies! But,I’m not type kind of girl who likes to go to cinemas.

The only reason is simple, it just because no one ask me to go to cinema (gyay) and I don’t feel comfort to go to cinema by myself, I mean where’s the fun is that?

But that doesn’t mean I never go to cinema. I have been go to the cinema like not too many times, like just several times, like you can count with your ten fingers *I’m bad huh? * Ok! let’s make this clear! how many times did I go to the cinema is you can count it with your half fingers.

Whaaaaat??!!

Exactly! I have been go to cinema only five times! *I know I know this is really bad (lonely)*

First time is when I lived in Gresik, my dad took me to Tunjungan Plaza Surabaya to watched AADC 1.

The second one was when I’m in college, I forgot what movie that I have had watched because it’s too chaos by the time and I fell asleep and I guess none of my friends get it what about the movie was because we were watched it with 31 others friend and yeah it was crowded there 😀

The third and fourth one was in 2014, my sister and her friend asked me to watch The Guardian of Galaxy. The fourth one was with my schumbag ex boyfriend and watched Big Hero 6. It was so much fun and super awesome because both of the movies I watched in 4D’s cinemas .

Last but not least was in 2015, It was my mom who asked me to watch movie, this is the moment where I felt watching movies is so enjoy and super fun. Why? Because I had a lot of laugh.

One day after I got home from work, my mom suddenly ask me;

mom : agas, let’s go to the cinemas

me: what for?

mom: take a pee and home!! of course to watch a movieee!!

me: oh wow, what movie?

mom: monkey joy!

me: a whaaaaat????!!

mom: you know, the girl with archery like Xena but not Xena.

me: HUAAHAHAHAHAHAA (lmao) mommy please! you made my tummy hurt and I can’t stop laughing

me: you mean Mockingjay??

mom : correct!

Finally, me my mom my sister and my aunt watch The Hunger Games, Mockingjay part 2 on Sunday at XXI BTC Pasteur- Bandung. And that’s the last time I’ve go to the cinema.

 

p.s : This post I wrote to answer English Friday Challenge on Blog English Club, so I hope you guys enjoy it and please join the club. Thank you 🙂

 

Adios!  

 

 

 

28

Gw, Kopi dan Patah Hati


Pertama! Sebenernya gw itu gak doyan kopi, tapi gak tau kenapa tiap kali ada kopi yang diseduh bawaannya pengen nyeruput tu kopi, kerennya abis nyerput kopi gw gak pernah bilang makasih sama yang punya itu kopi (gimana mau bilang makasih, kopi sapa juga gw gak tau haha…. kerenkan gw?), tapi biar gitu gw anaknya beretika juga soalnya abis nyicip kopi yang entah punya siapa gw pasti bilang “aaakkk ga enak…!!” terus naro gelasnya terus pergi gitu aja, beretika banget kan gw kan? keren banget kan gw? *pengen banget dibilang keren* *dilempar dispenser*.

Daripada kopi, gw itu doyannya kamu susu apalagi yang plain, kenapa? soalnya rasa plain itu paling deket ama hubungan cinta gw yaitu TAWAR. Gimana engga tawar coba? orang pacar aja gapunya! #lah. Tapi biarin, gw tetep bahagia kok, bahagia liat mantan diputusin pacar barunya GYAHAHAHAHAAA UHUKK HOEEKK *keselek gelas*.

Kedua! Gw gak lagi patah hati. Jadi itu judul hubungannya apa? gak nyambung banget!

NYAMBUNG!

Gini, gw pernah patah hati 6 kali! iya mantan gw ada 6! kerennya gw gak pernah mutusin pasti diputusin! *tetep pengen dibilang keren* sekalinya pernah gw mutusin cowo itu karena kita beda agama (KITAAAA???), eh pas diputusin dianya malah mualaf  trus nikah terus udah punya anak pulak! Hih banget kan??!!   .

Hal kek gitu tuh musibah banget buat diri gw. Ibaratnya, lo nabung bertahun-tahun buat beli mobil pas udah kebeli tau-tau longsor pohon roboh nimpa mobil trus ga bisa klaim asuransi soalnya mobilnya hanyut gatau kemana kebawa banjir. Nah gitu, musibah banget kan?.

Sampe sini kalian ngerti ga dengan cerita gw? engga ya? SAMA! gw juga ga ngerti ini mau cerita apa (eyeroll).

Yaudin, terlanjur cerita ngaco ngelantur ngalor ngetan (pasti pada menduga gw bilang ngidul ya? hahaha kalian kecele ) gw terusin aja ke-ngaco-an cerita inih.

 

Jadi, tadinya gw mau ngirim kopi buat pacar mantan gw yang ada di Norway, tapi ternyata gw ama doi keburu udahan, sebab udahannya gausah gw ceritain yaa, bakal panjang nantinya bakal nyaingin sinetron tukang haji naik bubur eh apa?? tukang naik haji ngebubur? ya pokonya itulah, lagian masalahnya sepele kok, berhubung doi disono dan gw disini dan perbedaan zona waktu yang ekstrim dimana saat gw kerja dia tidur gw tidur dia tidur juga (hobi si doi emang bobo ) pokonya selisih 6 jam gitu, dan gw mulai lelah untuk begadang demi bisa pacaran ama doi, akhirnya kita sepakat buat pegat.

Lah ini bijimana?? katanya gak akan diceritain, ini malah cerita. Eiya maaf maaf saya khilaf.

Doh! ini cerita intinya apa sih?

Intinya gw keren! udah gitu aja *ngotot pengen dibilang keren*

 

Oke serius!

Kopi Aroma atau gw biasa bilangnya kopi Banceuy ini kopi yang sangat endes gendes! aromanya menggoda bagaikan duo serigala tampil mengguncang panggung, darimana gw tau padahal gw gak doyan kopi? TAU! soalnya buat dapetin ni kopi ngantrinya ajegile panjang banget! lamaaaa banget! coki-coki aja kalah pokonya.

Antrian yang panjang dan lama ini indikator bahwa ni kopi emang enak banget bukan? bukaaann…!. Kopi Banceuy ini ada sedjak djaman Belanda loh! taun 1936! Indonesia belom merdaka ni kopi udah standby dong. Keren! *ini kerennya beneran*.

 (Sumber gambar dari google)

 

Selain gw keren gw juga mau banget dibilang bidadari berhati dermatics (emang salep keloid?) dermawan, maka dari itu gw mau bagiin kopi Banceuy yang gw punya, ada kopi yang pait dan ada yang pait banget arabica dan robusta.

Nah, tapi ga semudah itu gw bagiin. Ada syaratnya! mau tau syaratnya? sini, rayu dulu… #eaaaa #jomblousaha 

Hehe becanda ding, syaratnya kalian kudu jawab pertanyaan gw berikut ini :

Siapakah nama mantan gw yang terakhir? haha… bukan bukan… ini pertanyaan nya :

 

  • Minuman apakah yang gw minum pada foto di bawah ini?

IMG02260-20150303-1240.jpg

Dua orang yang menjawab pertanyaan diatas dengan benar, masing-masing bakal dapet 1 bungkus kopi Banceuy.

Sekian.

Ini serius loh!

Sekian lagi.

Selamat menjawab ya guys, wish you luck! Bhay 

 

 

7

EF 16.7 HONESTY IS THE BEST POLICY, ISN’T IT?


TRUE!

I mean, honesty is a basic value in human to lead people into wisdom, what else can people give than honesty itself right? definately I agree with this proverb from Thomas Jefferson. Wait, is it William Shakespeare proverb? oh wait, Martin Luther King? err… whatever.

Speaking of honesty, for me honesty is such a lonely woooord… Everyone is so untrue
Hooooonesty is hardly ever heard…. 

Wait Ran, isn’t a song from Billy Joel? haha yes it is, haha 😀

Ok, focus! 

To be honest, what I have told in my blog mostly about my daily basis in life, I share what I saw so everyone can feel what I felt by that time. So, basically my blogs is about honesty stuff and a little bit drama there, haha 😀

I don’t mind with rules, so if theres some rules that requires deadline or some strict rules then I will obey it, and yes if I have order to review a product of food I will be honest tell what I have had feel and tell from the good and bad sides point of view of course. I believe a relevant and honest will bring segregated successfull.

I am a very honest person and I prefer no lies at all instead of “white” lies. Because once you lies you’ll need to lies to cover up all the lies story, it’s kind of never ended lies story (ok, this is too mbuletisme) haha. So if you’re guys want to test my honesty please don’t ask me no questions so I won’t tell you a lies (lmao).

 

Adios 

 

 

20

Pokonya So Sweet Bet!


KABAR GEMBIRA!! kulit manggis kini ada ekstraknya!

Hehe… bukan! bukan itu kabar gembiranya 

Kabar gembiranya adalah gw masih ada! masih hidup! dan baik-baik saja *tadaaaa I’m back  * kemudian pembaca setia berbahagia ((PEMBACA SETIAAAA)) blog lo kan gada yang baca ran, berharap ada pembaca setia dari mane??! jangan dijawab dari Hongkong yak, jawab aja dari hatimuuu #eaaa #garingtetep.

 

Guys, gw hari ini terharu bet ceritanya kan tadi pagi… eh bentar lupa, kalian apa kabarnya? baik-baik juga kan? yang cowo-cowo ada yang baru putus gitu gak? kalo ada jangan sedih yaa, kan ada gw yang siap menata kembali hati yang terluka itu #eaaa #jomblousaha 

Fokus ran fokus!

 

Jadi tadi pagi pas gw salim ke nyokap buat berangkat, nyokap nanya;

Nyokap : Agas, kamu bekel ga?

Gw : Engga mom, kan puasa

Nyokap : Oh yaudah

Gw : gitu doang? kirain mau bekelin duit, tataunya nanya doang, huuu ga asik (sambil ngeluarin motor)

 

Nyampe kantor gw naro ransel lalu mengeluarkan perkakas kerja gw kaya palu, gergaji, waterpass dll. Lah, emangnya kerja lo kuli proyek ran? bukan! yaterus? oke…oke… gw ralat LAPTOP!

Saat gw ngeluarin laptop, gw rada bengong dan bertanya-tanya pada rumput yang bergoyang (fokus!!) diri sendiri kenapa tiba-tiba ada kotak bekel berwarna pink di tas gw? perasaan gw masih sayang deh sama kamu gak nyiapin bekel deh secara kan puasa. Pikiran gw langsung ke nyokap!

Buru-buru gw ngambil (emang maling) ngeluarin hape, eh mau tau merk hape gw? (buruan ceritaaaaa!!!) dan video call (lebay!) sms nyokap gw;

Mom, ini kenapa dibekelin?

Iya, buat buka puasa. Biar gausah beli-beli. Selamat bekerja ya agas sayang semoga allah memudahkan segala pekerjaan hari ini dan selalu dalam lindungan allah swt. Amiin. Love mamah

Hatur nuhun momi tayang. Aamiin yaarabbal alaamiin

Disitu gw terharu banget, nyokap gw selalu tau cara ngebahagiain anaknya, sedangkan gw sendiri sampe sekarang belum bisa membahagiakan nyokap malahan gw masih minta duit ke nyokap (anak macam apakah gw ini?) .

Bekel yang dibawain nyokap gw sederhana banget, gak mahal tapi buat gw itu istimewa dan penuh cinta. Bekel itu bikin gw mengawang-awang ke zaman gw kecil dulu zaman gw masih lari-larian gapake baju dan nyokap masih bekerja. Sekarang gantian gw yang kerja dan masih doyan lari-larian (pake baju yaa lari-larinya, serius pake!) tapi hebatnya nyokap masih melakukan hal yang sama yaitu BEKELIN ANAKNYA.

Terimakasih mom atas segala perhatian dan curahan kasih sayang yang begitu besar dan tanpa putus hingga detik ini. I love you momiiii 

 

IMG_20160418_145830_755

Cuma Pisang dan Beng-beng, gimana engga bikin gw ga sayang sama nyokap coba? hiks… *ambil tissue*

 

 

 

10

SUPERNOVA


 

 

Perlahan aku menghampiri sesosok makhluk yang terkapar disemak-semak, sosok itu begitu aneh memiliki kepala yang lonjong dengan 2 tanduk mencuat serta matanya tidak memiliki pupil, namun yang lebih aneh aku merasa mengenali makhluk itu;

“Adek… ” aku memanggil diluar kesadarannku

Entah keyakinan dari mana, namun perasaan dan hatiku merasa sangat mengenali sosok makhluk yang kini berada di pangkuanku ini.

” Adek, apakah selama ini ayah bersamamu? ”

” Adek, kumohon bawa aku bersamamu, ajak aku bertemu ayah! ”

Aku terisak dan mengguncang tubuh “adek” dia lalu mengeluarkan suara namun terdengar seperti gelombang radio rusak ” Bzzz…. bbzzzz…. bzzzz”

Air mataku bercucuran sehingga membuat pandanganku kabur dan sekejap “sang adek” lenyap.

*

Zarah… Zarah… sadarlah kawan, seseorang memanggil-manggil namaku namun aku tak mengenalinya. Aku merasakan energi yang ditransfer oleh cewe mungil berwajah oriental ini, tiba-tiba mulutku bersuara “terimakasih Elektra”

Pandanganku beralih ke pria sebelah Elektra, aku tidak mengenalinya namun aku mampu memanggil namanya “Bodhi… ?”

Lalu sebuah suara berkata “ayo Zarah, kamu pemegang kunci itu sebaiknya kita bergegas”.

Alfa, maafkan aku kehilangan kamera pemberianmu, aku menginggalkannya di Apartemen pacarku Storm di London, uhmm… maksudku mantan pertamaku.

Tidak usah difikirkan, Dhimas sudah mengambilkannya untukmu. Ayo! Supernova lainnya sedang menanti kita di Bukit Jambul, bintang jatuh tidak akan menunggu kita selama itu.

**