4

Jodoh Itu Aneh


Pasaangan yang wajahnya mirip itu belum tentu jodoh

Pasangan yang wataknya serupa belum tentu jodoh

Pasangan yang wataknya jauh berbeda bisa jadi berjodoh

Pasangan yang banyak kesamaan belum tentu berjodoh

Pasangan yang berjodoh pun bisa pisah karena salah satu ingin mendapatkan jodoh yang lain

Bagaimana pula mekanisme perjodohan ketika manusia banyak maunya

Tuhan, Kau pasti pusing dibuatnya

Jodohku?

Aku tidak banyak permintaan, cukup dekatkan saja aku dengan jodohku

Kau lebih tau tentang diriku, sisanya kupercayakan kepadaMu

Terimakasih Tuhan…

Advertisements
0

Euforia


Tidak ada yang menghalangi aku menikmati hidup, semuanya terasa ringan, aku tidak memiliki ambisi-ambisi yang terlalu besar baik dalam material maupun spiritualku.

Tapi aku kehilangan makna hidup, untuk apa semua ini? Dengan tujuan apa aku menjalani kehidupan ini?

Terutama cinta…
Aku memandangnya dengan skeptis, sesuatu yang tiada lagi bermakna buatku. Pernikahan bagiku bukan sesuatu yang sakral, aku tidak memahami pernikahan sebagai suatu keagungan cinta. Aku memilih menjauhinya.

Aku hidup dalam suatu memoar; mungkin juga terjebak di dalam memoar.
Aku mengingat setiap rincian hal saat bersama seseorang. Kami melakukan banyak hal; dia mengajariku banyak hal, hal yang belum pernah aku lakukan sebelumnya. Bersamanya aku menjadi tau, bahwa ada hal-hal seperti itu dan itu menyenangkan. Bagaimana aku bisa melupakan hal semanis itu?

Setiap kali berjumpa, kami sangat menghargai waktu, betapa kami berusaha memaknai sebuah waktu yang sedikit agar dapat dilalui bersama dengan indah. Dan menjadi kenangan…

Aku tau, apa yang telah terjadi memang menjadi masa lalu.
Hanya saja aku tidak ingat apa yang terjadi setelahnya. Yang aku ingat hanya masa dimana aku merasa bahagia, setiap orang akan mencari rasa nyamannya bukan?

Tidak ada yang abadi,
Kita hanya ditinggalkan oleh waktu dalam kehidupan ini,
Sudah menjadi kodratnya manusia itu seorang diri,
Manusia lahir dan mati pun sendiri.

Itu aku dalam petualangan kacamataku…

Posted from WordPress for BlackBerry.

0

Sebuah Do’a


Undanglah aku ke rumahMu yaa Kariim,
Jauhkan aku dari segala perbuatan menyekutukanMu,
Hanya kepadaMu lah aku berserah diri,
Amanahkan kepadaku kehidupan yang sakinah mawaddah warrahmah,
Limpahkan kepadaku rezeki yang berkah serta amanah,
Berikan aku hidayahMu,
Bimbinglah hambaMu agar selalu berada dijalanMu sampai akhir hayatku kelak.

Kesempurnaan hanyalah milikMu yaa Allah, aku hanya manusia yang selalu berkeluh kesah. Tiada Tuhan kecuali Engkau, Mahasuci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berbuat zalim (QS. Al Anbiyaa’ : 87)

Posted from WordPress for BlackBerry.

0

Kata Ibu


Ibuku bilang segala sesuatu itu mintalah kepada allah swt. Allah pemilik alam semesta itu allah juga pemilik segala umat, maka mintalah kepadaNya.

Allah senang akan hambanya yang meminta segala sesuatu kepadaNya, pasrah kepadaNya dan memenuhi perintahNya.

Mintalah apa yang menjadi hajatmu dalam sujudmu, bukankah allah swt mencukupkan segala nikmat untukmu? Dan nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kau dustakan? (QS. Ar-Rahman [55:13]. Mintalah kepadanya keridho’annya, jika Allah meridho’i niscaya apa yang menjadi ikhtiarmu akan dilancarkan.

Ketika kau bersedih jangan menangis terlalu keras, jangan sampai orang lain mengetahui bahwa kau sedang memiliki masalah. Tunjukkan bahwa kau seorang mukmin yang baik, dan kau memiliki Allah swt. Masalahmu tidak lebih besar daripada Tuhanmu.

Kata Ibu…

Manusia hanyalah miniatur alam semesta, lebih besar dari cacian lebih luas dari pujian ~Pidi Baiq quotes~

Posted from WordPress for BlackBerry.

0

Belum Tentu Itu Kamu


“Nak, apa kamu bahagia?”

  • “Iya ibu, aku bahagia”

“Apakah ia menyenangkanmu? ia membahagiakanmu?”

  • ” Cintaku tulus bu, dimana ada ketulusan disitulah cintaku yang sebenarnya “

” Tidakkah kamu memiliki perasaan anakku? ”

  • ” Tentu saja aku punya bu, hanya saja aku tidak mengharap balasan apa-apa darinya “

” Kau tahu nak? Tuhan maha adil, jika kamu baik Tuhan akan menghadirkan untukmu orang yang baik pula ”

  • ” Iya bu, aku percaya itu. Aku percaya Tuhanlah yang merancang segalanya di dunia ini “

” Nak… apa kamu ikhlas? ”

(hening)

  • ” Tentu saja aku ikhlas bu, aku tak mau perjuangan ini menjadi sia-sia “

” Sungguh? ”

  • ” Tuhan… aku ikhlas “