4

Unwell


I feel phisically sick but my head is also being weird
I can’t feel my head anymore
My mind is too messed up
I don’t even understand them
I don’t even know why its all acoming back to me

Maybe I should put a bullet through my head so I can just forget it
Or maybe deep in my head i misses someone
Or might I feel jealous to no one…

Advertisements
0

Kemana Angin Berhembus


Aku terombang-ambing bagai perahu tak berlayar, hanya angin yang menuntunku entah kemana arahnya dan ombak yang terus menyeretku semakin ke tengah-tengah lautan.
Tengah lautan yang penuh selaksa makna, ke sebuah teka-teki penuh misteri yang aku tak pernah tahu kemungkinan apa yang akan aku hadapi.

Jika beruntung aku terayun-ayun tertiup oleh angin yang bersahabat. Jika tidak, angin menderuku begitu kencang dan mengguncang hebat oleh ombak yang bergulung tinggi seperti hendak menelanku, meremukkanku dan menghilangkanku di luasnya samudera ini.

Aku ingat Tuhan, pada situasi seperti inilah aku mengandalkan Tuhan, aku berdoa agar aku tidak tersedot kedalam palung dan membuatku tidak pernah kembali.
Kepada Tuhanku, aku memohon jangan biarkan aku mati ditengah perjuanganku,
Tepikan aku pada pelabuhan,
Pelabuhan yang mengizinkanku menambatkan zangkar, pelabuhan yang menerima kapal dan layarku apa adanya.

Aku perlu kembali dalam kehampaan tak berujung,
Aku perlu labuhan untuk jiwa yang lelah,
Aku perlu menambatkan tali dan menenangkan geloraku,
Aku tahu selalu ada pelabuhan yang menungguku dan menyambutku,
Banyak cahaya menungguku membuatku hangat,
Aku senang atas kehangatan yang diberikan oleh mereka,
Namun aku merasa keramaian bukanlah pelipur kesepianku.

Aku hanya ingin diterima,
Tak perduli lautan mana yang pernah aku arungi,
Tak perduli badai apa yang pernah aku taklukkan,
Tak perduli pelangi mana yang pernah aku saksikan,
Rasa diterima dengan tulus dapat mengalahkan ribuan cahaya,
Penerimaan dengan ketulusan adalah kehangatan yang hakiki,
Ketulusan yang tanpa syarat!,
Adakah ketulusan yang seperti itu?
Masih adakah jalan untuk diterima seiring ketulusan?
Ketika jalan itu ada… Biarkan kapalku bersamamu.
Dan biarkan Tuhan yang mengurus sisanya.

0

Dejavu


Once upon a time, when you loved someone so deep and and that someone leave you for good,
And you’ve been hurt so bad because of it,
Now, you’re just do exactly the same way like someone in your past,

Abandoned person who love you and care you as well…

Posted from WordPress for BlackBerry.

1

KehilanganMu


Ada hati yang terus menerus dilukai dan menggerus perasaan hingga menimbulkan kegelisahan dan kesedihan tiada terkira, membuat air mata menetes dan merasakannya hingga mengering.

Pelajaran apa yang dapat diambil dari semua ini?
Apakah manusia harus menjadi orang yang kuat?
Apakah manusia tidak boleh gampang sakit hati?
Apakah manusia harus menjadi orang sabar?
Lalu, untuk apakah sabar itu?
Dimana sabar itu disaat manusia mulai lelah dengan badai yang menerjang?

Bolehkah mati saja?
Bisakah Engkau mengampuni orang-orang yang menyerah di tengah lelahnya perjuangan hidup? Karena setidaknya mereka sempat berjuang.

Jika manusia yang menyerah lalu tak kau ampuni, maka saat manusia meneteskan air mata bisakah Kau berkata … Tersenyumlah.

0

Tuhan, Aku Marah Sekali Pada-Mu!


Tuhan, Aku benci menjadi insan yang baik
Mengapa pula ada orang yang tidak baik?
Apakah dua watak yang bertolak belakang ini hadir untuk menyeimbangkan semesta?
Ketika mereka yang tidak baik memperlakukan mereka yang baik dengan buruk, apakah itu terlihat adil di mataMu?

Mereka yang baik dan terluka hatinya kemudian tersedu-sedu dalam doanya bersujud dihadapMu, memohon ampun kepadaMu, bertasbih kepadaMu serta meng Agung-agungkan namaMu. Apakah Engkau rindu akan seruan mereka yang teraniaya?

Mereka yang diam saat tersakiti, tidak sanggup mengeluarkan sepatah kata pun karena mereka tahu semua itu akan percuma
Mereka akan berkata pada saat yang tepat, mereka akan mengadu tanpa membuka mulut sedikitpun karena mereka tahu mereka bercerita melalui hati kepadaMu pada sepertiga malam.

Tuhan, tahukah Engkau? Menjadi manusia itu sulit sekali.
Mengapa Engkau menurunkan Taurat, Injil, Zabur dan Al’Quran? Dan Engkau berkata untuk membuat manusia percaya.
Mengapa ada godaan untuk kami para manusia? Dan Engkau berkata untuk menguji keimanan. Mengapa manusia yang beriman perlu diberi ujian? Engkau berkata untuk membuat menjadikan insan yang sabar.

Lalu, untuk apa sabar itu? Untuk apa insan menjadi baik? Bukankah Engkau tidak akan kehilangan keagunganMu jika kami tidak menyembahMu?

Tuhan, Aku benci menjadi baik Aku muak menjadi sabar.
Mengapa saat hati berkata ingin, namun Tuhan berkata … Tunggu
Mengapa saat air mata harus menetes, Tuhan berkata … Tersenyumlah
Mengapa saat semua terasa membosankan, Tuhan berkata … Teruslah melangkah
Pastilah Tuhan lebih dulu tahu rancangan apa yang mendatangkan kebaikan dalam hidup kita hari ini.
Begitukah Tuhan? Engkau pasti diam, karena Kau sudah membekali manusia dengan otak untuk membuat mereka berfikir bukan? Manusia makhluk paling mulia bukan?
Ah lagi-lagi Kau diam…

0

Seterah dah’ serah


About a month ago I’ve had physch that you gonna make a phone call like this night at tonight coz I’ve been counting that I thought you were free. But I think it’s not gonna happen 😦 you’re just too busy as hell *for me

“The Drug Don’t Work”

All this talk of getting old
It’s getting me down my love
Like a cat in a bag, waiting to drown
This time I’m comin’ down

And I hope you’re thinking of me
As you lay down on your side
Now the drugs don’t work
They just make you worse
But I know I’ll see your face again

Now the drugs don’t work
They just make you worse
But I know I’ll see your face again

But I know I’m on a losing streak
‘Cause I passed down my old street
And if you wanna show, then just let me know
And I’ll sing in your ear again

Now the drugs don’t work
They just make you worse
But I know I’ll see your face again

‘Cause baby, ooh, if heaven calls, I’m coming, too
Just like you said, you leave my life, I’m better off dead

All this talk of getting old
It’s getting me down my love
Like a cat in a bag, waiting to drown
This time I’m comin’ down

Now the drugs don’t work
They just make you worse
But I know I’ll see your face again

‘Cause baby, ooh, if heaven calls, I’m coming, too
Just like you said, you leave my life, I’m better off dead

But if you wanna show, just let me know
And I’ll sing in your ear again

Now the drugs don’t work
They just make you worse
But I know I’ll see your face again

Yeah, I know I’ll see your face again
Yeah, I know I’ll see your face again
Yeah, I know I’ll see your face again
Yeah, I know I’ll see your face again

I’m never going down, I’m never coming down
No more, no more, no more, no more, no more
I’m never coming down, I’m never going down
No more, no more, no more, no more, no more

*ini lagu ga sengaja gw senandungin dlm lamunan gw tadi sore sebelum sholat Ashar, yg kemudian lamunan gw buyar gara2 dikagetin temen gw Rino dan lalu Rino mengambil gitar ngiringin gw nyanyi band The Verve ini (thanks anyway dude, it mean so much and so nice 🙂 )*

Posted from WordPress for BlackBerry.

0

Naungan sunyi


Pukul berapa ini? Sepertinya larut mulai menyelimutiku
Tidak perlu melirik sang waktu karena dia selalu begitu
Menggerusku dalam keangkuhan
Meninggalkanku meski Aku telanjang

Setitik air mata menghalau perasaan
Biarkan sepi menggelayuti jiwa yang lemah
Dia tercipta bukan dari kesombongan
Hadirnya menemani kau yang sedang resah

Ada cinta yang terabaikan
Ada rindu yang tak tersampaikan
Ada sendu di jiwa yang terasa hampa
Di relung itu entah harus kuisi dengan apa?

Posted from WordPress for BlackBerry.