10

SUPERNOVA


 

 

Perlahan aku menghampiri sesosok makhluk yang terkapar disemak-semak, sosok itu begitu aneh memiliki kepala yang lonjong dengan 2 tanduk mencuat serta matanya tidak memiliki pupil, namun yang lebih aneh aku merasa mengenali makhluk itu;

“Adek… ” aku memanggil diluar kesadarannku

Entah keyakinan dari mana, namun perasaan dan hatiku merasa sangat mengenali sosok makhluk yang kini berada di pangkuanku ini.

” Adek, apakah selama ini ayah bersamamu? ”

” Adek, kumohon bawa aku bersamamu, ajak aku bertemu ayah! ”

Aku terisak dan mengguncang tubuh “adek” dia lalu mengeluarkan suara namun terdengar seperti gelombang radio rusak ” Bzzz…. bbzzzz…. bzzzz”

Air mataku bercucuran sehingga membuat pandanganku kabur dan sekejap “sang adek” lenyap.

*

Zarah… Zarah… sadarlah kawan, seseorang memanggil-manggil namaku namun aku tak mengenalinya. Aku merasakan energi yang ditransfer oleh cewe mungil berwajah oriental ini, tiba-tiba mulutku bersuara “terimakasih Elektra”

Pandanganku beralih ke pria sebelah Elektra, aku tidak mengenalinya namun aku mampu memanggil namanya “Bodhi… ?”

Lalu sebuah suara berkata “ayo Zarah, kamu pemegang kunci itu sebaiknya kita bergegas”.

Alfa, maafkan aku kehilangan kamera pemberianmu, aku menginggalkannya di Apartemen pacarku Storm di London, uhmm… maksudku mantan pertamaku.

Tidak usah difikirkan, Dhimas sudah mengambilkannya untukmu. Ayo! Supernova lainnya sedang menanti kita di Bukit Jambul, bintang jatuh tidak akan menunggu kita selama itu.

**