Ujung Berung

Suara air jatuh
Langkah runtuh
Bukit-bukit menyimpan sakit
Selembar angin
Tersimpan di badan

Bandung di kejauhan
Malam yang menelikung
Air mencair menjadi es
Malam membeku
Kerlipan lampu
Orang-orang yang merapat di kesibukan
Kerumunan kendaraan
Menghilang di kerlip hujan

Air masih mengalir
Sunyi merakit kenangan
Aku sendiri di sini
Sebuah jalan tanpa ujung
Wajah-wajah perempuan
Berlintasan di kepala

Mungkin masih ada puisi
Yang muncul di rimbun pohon
Atau di pematang sawah
Tanpa keringat
Aku menjerat dirimu di kejauhan
Dan Bandung menyala
Seperti titik-titik cahaya
Pecah di mata

Advertisements

Silahkan komen tapi karetnya satu aja *jangan pedes-pedes*

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s