Niat Baik Belum Tentu Terlihat Baik

BsflmpRCQAAPM2r.jpg large

Pernahkah anda niat menolong tapi disalah artikan oleh orang lain? niat menolong malah jadi tersangka pelaku kejam! *oke ga kejam juga sih tapi niat baik anda malah dianggap niatan tidak baik.

Jika pernah, tenang kalian tidak sendiri saya pun pernah mengalaminya, *welcome to the club* dan cukup sering lho kejadian tidak mengenakan ini terjadi pada berbagai situasi maupun di macam-macam kejadian.

Salah satu kisah kurang menyenangkan yang saya alami ini, yaitu terjadi sebulan yang lalu, saat saya hendak ke ke suatu tempat di daerah Sukajadi – Bandung, waktu itu saya mengendarai motor padahal cuaca saat itu mendung dan musimnya hujan, tapi saya tetap menggunakan kendaraan motor untuk menuju ke tempat-tempat yang saya tuju, bukannya saya sok kuat dan anti Flu kalo basah akibat hujan-hujanan, melainkan karena saya memang tidak punya mobil , dan saya malas jika harus ber angkot ria, bukan hanya waktu yang ditempuh bakal lebih lama jika menggunakan angkot, karena selain jalanan kota Bandung hampir macet dimana-mana disamping itu masih ada pertimbangan lain… kasih tau gak yaa mengapa saya sangat enggan ber angkot ria . Ummm.. gimana yaa pokonya gak level *haha sombong.

Sore yang mulai gerimis itu, saya memacu motor dengan kecepatan, eh berhubungan gak cepet jadi saya ganti bahasanya, biar kesannya gak ngebut-ngebutan dan memang secara de facto saya tidak hobi ngebut, alasannya sederhana sih motor saya motor bebek keluaran lumayan jadul, mau ngebut juga bakal kesusul sama tukang odong-odong. Eh tapi saya pernah menggunakan motor ber CC besar dan motor itu memang biasa digunakan untuk nge drag jadilah saya ngebut menggila! maklum lah ada hasrat pembalap dalam jiwa saya ini, gini-gini dulunya saya tukang balapan, tapi gak liar lho yaa… dulu ketika saya SMA orang tua saya mengerti sekali akan passion anaknya yang doyan ngebut, dan pada waktu itu almarhum ayah saya mendaftarkan saya untuk bergabung di IMI (Ikatan Motor Indonesia) Jawa Timur. Alhamdulillah dari situ saya pernah menjadi juara 3 kategori Rally junior .

Ya ampun ini cerita kemana sih arahnya? Oke fokus! Sampai mana tadi….?

Baiklah… sore itu saya melajukan motor saya dengan santai speedometer saya menunjukkan angka 35km/jam. jalan yang saya lalui cukup menanjak (jl.pasar sederhana tepatnya,tau kan tanjakannya? Nah itu disitu) kebayang kan betapa pelannya saya waktu itu. Gerimis mulai turun ketika saya mulai mendekati tempat yang saya tuju, sehingga saya tidak bergegas untuk menggunakan jas hujan, karena saya pikir toh sebentar lagi akan sampai, paling-paling basah hanya di jaket saya.

Ada beberapa motor yang menepi untuk menggunakan jas hujan, kemungkinan para pengendara motor ini masih jauh untuk sampai ke tujuannya, bisa juga karena kondisi fisik yang tidak sekuat saya, kena hujan dikit langsung bersin-bersin dan flu *haha lagi-lagi sombong. Tiga meter depan motor saya ada motor yang malah memacu motornya dengan kecepatan yang tinggi, sekilas saya ingat mereka dua laki-laki berboncengan mengenakan celana pendek dan paha kekar berbulu sendal jepit dengan tidak menggunakan helm pula. Belum sempat saya memikirkan bagaimana safety riding mereka, tiba-tiba seekor kucing melintas dan motor dengan pengendara yang tidak memikirkan safety riding itu menghantam tepat di tubuh sang kucing.

BLEEDAAARR! suara cukup keras tubuh si kucing yang membentur sepakbor motor kemudian si kucing terpelanting dan terlindas ban belakang. Aku yang berada tak jauh dari si motor tak ber safety riding itu menyaksikan semuanya dan berucap Astagfirullah haladzhimm, seketika menghetikan motor dan menganga sebentar (sungguh hanya sebentar). Sesaat kemudian aku berucap lagi Masyaa Allaaaaah, karena si pengendara motor yang menabrak kucing itu tidak berenti, malah langsung tancap gas bahkan menoleh pun tidak. Keterlaluan! sangat tidak berprikemanusiaan sama sekali! kata saya dalam hati.

Saya yang seorang gadis penyayang kamu binatang ini secara naluriah berhenti untuk menolong kucing yang tertabrak motor tadi. Saya memarkir motor di pinggir jalan di jalanan yang memang tanjakan. saya pun berlari menghampiri si kucing yang tengah terluka, saya pun mengangkat si kucing dengan sangat hati-hati khawatir akan meremukkan tulangnya (bisa jadi memang telah remuk ketika tertabrak tadi) dan memindahkannya ke pinggir jalan. Si kucing masih muda sepengetahuan dan pengalaman saya dalam memelihara kucing, kucing itu berusia sepuluh bulan, bukan kucing kecil tapi masa remaja dalam dunia perkucingan, kucing itu berbulu tiga dengan bulu yang tidak terlalu pendek.

Kucing ditanganku yang menggeliat-geliat kesakitan ini pasti betina, saya tidak perlu mengecek alat kelaminnya, saya cukup tau dari warna bulu tiga si kucing. [Jadi, kucing yang lahir dengan bulu tiga warna dapat dipastikan sebagai kucing betina, jikalaupun ada kucing berbulu tiga warna lahir sebagai jantan dapat dipastikan juga umurnya tidak lebih dari seminggu, karena kucing jantan dengan bulu tiga warna akan dianggap sebagai kucing alpha, dalam dunia satwa pejantan alpha adalah ancaman bagi pejantan lain. Oleh karena itu jika ada anak kucing jantan lahir dengan tiga warna, maka pejantan lain akan mengetahuinya dan segera memburunya lalu memakannya] Kucing itu terus menggeliat-geliat karena sakitnya, bola matanya membalik ke atas dan dari hidungnya bercucuran darah, saya bingung harus berbuat apa untuk menahan agar si kucing tidak kesakitan, saya pun mulai menitikkan air mata tidak tega dengan apa yang dialami si kucing. Saya hanya bisa berdoa “Ya allah hilangkanlah rasa sakit pada kucing ini, jika memang mati adalah jalan yang terbaik maka cabutlah nyawanya” kemudian si kucing mengeluarkan suara aneh seperti mengerang, kucing ini meregang nyawa dan saya merasakan kejangan tubuhnya sesaat akhirnya terkulai lemah dan mati, baru kali ini ada makhluk hidup sakaratul maut nya di kedua tangan saya. Air mata saya pun mulai mengalir…

“Mbak yang nabrak kucing ini?” sebuah suara memaksaku untuk menengadah yang sedari tadi saya tertunduk sambil berjongkok.

Saya tak sanggup berkata-kata dan hanya bisa menggelengkan kepala dengan kode menjawab “bukan”

” Tapi kenapa kucing ini mati di tangan mbak?” aku semakin tidak bisa berkata-kata

Bagaimana mungkin aku yang justru mengangkat kucing ini kepinggir jalan, dan mendoakan kucing ini malah dituduh sebagai tersangka yang menabraknya? rasanya ingin menjerit di depan muka si Bapak yang menanyai saya waktu itu, saya sungguh sedih tak tertahankan namun tidak bisa menangis lagi karena bercampur marah ditambah dituduh menabrak kucing ini. Tidakkah terlihat niat baikku? tidakkah terpancar dari wajahku yang bersedih atas kucing malang ini?. Naluriah sebagi seorang manusia aku pun defense “Kucing ini ditabrak oleh pengendara motor yang kebut-kebutan tadi” motor saya itu diparkir disana, saat itu ada tiga orang yang ada disitu dan hanya diam seolah masih tidak percaya atas penjelasan yang saya ceritakan, kenyataan bahwa saya hanya memindahkan kucing tertabrak itu.

Hujan pun mulai menderas, oran-orang itu pun bubar denagan sendirinya, tinggalah formasi awal yaitu : aku – Kucing malang – Pohon Trembessi dan rinai hujan.

Biarlah orang tidak mengetahui niat baikku, Tuhan merekam semuanya. Saya pun meletakkan kucing tidak bernyawa itu di bawah pohon Trembessi, saya tidak bisa menguburnya dan jika ada orang yang melihat pun akan menganggap aku pembunuh kucing dan mengubur seenaknya di lahan orang lain atau umum.

Selamat tinggal kucing bulu tiga… berbahagialah engkau di surga, kau bisa sepuas hati minum susu di sungai abadi, berlarian kesana sini di lahan seluas jagat raya tanpa khawatir tertabrak. Amin

Advertisements

2 thoughts on “Niat Baik Belum Tentu Terlihat Baik

Silahkan komen tapi karetnya satu aja *jangan pedes-pedes*

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s