Harapan Kosong

Menunggu itu membosankan.
Tapi pilihan lain adalah tak jauh berbeda yaitu menanti, lalu aku teguh pendirian, aku menunggu
1 jam..
2 jam..
3 jam..
4 jam..
5 jam..
6 jam..
7 jam..
8 jam..
Kemudian aku mengerjakan hal lainnya untuk mengalihkan penungguan.

Keesokannya aku menunggu sambil mengerjakan sesuatu setelah 8 jam lamanya menunggu, dan lagi-lagi aku menunggu
1 hari..
2 hari..
3 hari..
4 hari..
5 hari..
6 hari..
7 hari..
lalu di minggu berikutnya
1 minggu..
2 minggu..
3 minggu..
4 minggu..
5 minggu..
6 minggu..
7 minggu..
8 minggu..

Lalu aku pun tersadar… Aku hanya menunggu untuk menanti janji-janji manisnya.
Aku dibutakan, aku tak ayal layaknya sebuah mainan hingga pencapaian dimana titik kepuasan itu memudar.

Dan… Aku merasa sangat dibodohi! Yang aku tidak tahu oleh siapa?.

Posted from WordPress for BlackBerry.

Advertisements

Silahkan komen tapi karetnya satu aja *jangan pedes-pedes*

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s