Surat Kaleng

Bolehkah aku bercerita tentang dirimu kepadanya? Kau bilang tidak, tapi tetap aku ceritakannya…

Bolehkah aku membandingkan dia dengan dirimu? Kau belum sempat menjawab karena aku lebih dulu melakukannya…

Bolehkah aku berbagi cerita dengannya? Kau hanya tersenyum dan aku pun berlari bercerita padanya…

Bolehkah aku menyapanya untuk sekedar silaturahmi? Kau hanya diam, karena aku pun melakukannya dengan diam-diam…

Bolehkah aku sedikit merindukannya? Kau pun acuh, karena cuma aku yang merasakannya…

Bolehkah aku mengucapkan selamat ulang tahun untuknya? Kau bilang boleh, aku pun merangkai kata-kata manis untuknya…

” Pergilah sayang, janganlah kau sia-siakan waktumu untuk terus bertanya kepadaku kejarlah cintamu, dia menunggumu… ”

Bunyi surat dalam secarik kertas tanpa amplop hanya digulung dimasukan kedalam botol dengan namaku yang tertera di leher botol:
‘ Teruntuk: Adit ~Sang belahan jiwa~ ‘

Advertisements

Silahkan komen tapi karetnya satu aja *jangan pedes-pedes*

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s