Tukang Ojek

Siapa yg gak tau sama profesi yg satu ini? Tukang Ojek…
Dari namanya sangat jauh dari kata keren, bermodalkan kendaraan beroda dua dan bensin sebagai bahan bakarnya, beberapa orang demi sesuap nasi melakukan profesi ini dan bagi sebagian orang dengan penghasilan pas-pasan akan mengambil profesi ini pula sebagai ‘penghasilan sampingan’, karena uang yg didapat halal dan lumayan daripada lumanyun hehe 😀 *mulai ngegaring.

Umumnya jasa tukang ojek ini dibutuhkan dikala malam hari, dimana angkot jarang berseliweran dan ditujukan bagi rumah/ tempat yang lokasinya terpencil, gak terpencil banget ding 😀 yang pasti akses kendaraan umum tidak ada yg bisa lewat situ kecuali si tukang ojek ini. Eh bisa ding Taksi, tapi terserah lah ya gw bukan mau bahas Taksi, maunya Ojek. *nurut aja lah yaa kan postingan gw.

Intinya postingan ini apaan si? Kok ngalor ngidul gak jelas gini? Okee sabar sabar… Intinya klo lo pernah menggunakan jasa tukang ojek ini jangan lupa untuk mengucapkan ‘terimakasih’ kesannya sepele tapi bisa menentramkan hati si tukang ojeknya lhoo… Buat lo yg menganggap dengan membayar beberapa lembar ribuan / puluhan ribu (tergantung jarak, klo deket 3ribu juga dapet klo jauh 20ribu jg bisa deal) *hayaaahh jadi bahas tarif
ok balik lg ke topik, sampe mana tadi? Oya buat lo yg ngerasa dg membayar tukang ojek adalah bentuk terimakasih, maka mulai sekarang biasakan mengucapkan ‘terimakasih’ anggap aja sebagai ‘bonus’ buat si tukang ojek, biar apa? Biar si tukang ojek seneng, bahagia dan dihargai.

Ada tukang ojek dari daerah Ujung Berung ke Tubagus Ismail dan itu malem-malem, selesai dianter tdk mengucapkan terimakasih malah si tukang ojeknya yg bilang makasih, terus dari daerah Pasteur ke Bypass tidak mengucapkan terimakasih, tidak merasa perlu bilang ‘hati-hati’ (karena itu tengah malam) dan bahkan tidak pedulii apakah si tukang ojek ini sudah tiba rumahnya dengan selamat atau tidak. Pernah lagi ketika mengantri di pom bensin si penumpang meninggalkan tukang ojek untuk mengantri sendiri, sedangkan penumpang sibuk bermain hape dan menunggu area keluar pom bensin. Berlagak seperti bos, yaa memang sih sudah selayaknya hubungan antara tukang ojek dan penumpang seperti itu (memangnya mau berharap seperti apa? Bercanda? Sun-sunan?)

Hey, apakabar klo saling mengenal? Sudahlah tukang ojek mah tukang ojek ajaa, jikalaupun saling kenal kan ‘tugas’ tukang ojek mengantarkan kemanapun si penumpang ingin.
Yuk mariii….

Posted from WordPress for BlackBerry.

Advertisements

Silahkan komen tapi karetnya satu aja *jangan pedes-pedes*

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s