Naungan sunyi

Pukul berapa ini? Sepertinya larut mulai menyelimutiku
Tidak perlu melirik sang waktu karena dia selalu begitu
Menggerusku dalam keangkuhan
Meninggalkanku meski Aku telanjang

Setitik air mata menghalau perasaan
Biarkan sepi menggelayuti jiwa yang lemah
Dia tercipta bukan dari kesombongan
Hadirnya menemani kau yang sedang resah

Ada cinta yang terabaikan
Ada rindu yang tak tersampaikan
Ada sendu di jiwa yang terasa hampa
Di relung itu entah harus kuisi dengan apa?

Posted from WordPress for BlackBerry.

Advertisements

Silahkan komen tapi karetnya satu aja *jangan pedes-pedes*

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s