0

When i miss my dad


Cara yang lucu untuk inget kenangan tentang bokap gw 

Bokap gw dulu gayanya kayaaaa… yup tak lain dan tak bukan si Stevie wonder inih pengennya mah Paul Mccartney nya biar gantengan    etapi emang potongan bokap gw mirip-mirip Stevie Wonder *kala itu* dari mulai rambut ‘kribonya’, aksesoris kacamata ala Police dan itemnya yang bikin manis    tampak negro dong? iya sih secara bokap gw dari lahir ampe ABG tinggal di Indonesia bagian timur alias di Jayapura Irian Jaya. Ada yang pengen nanya ga kenapa bokap gw kecilnya tinggal di Jayapura? tanya lah… pastilah ada yang pengen bertanya-tanya, ya kan? kan? *maksa*. Oke jadi ceritanya… (biarin gak ada yg pengen tau juga bakal tetep gw ceritain ) Nenekku bukanlah seorang pelaut seperti pada lagu anak-anak zaman SD, melainkan nenekku seorang guru yang pada masa itu ditempatkan di Irian Jaya, lalu sang nenek mengemban tugas sebagai PNS guru, kemudian nenek mengajar atau memberi ilmu pada anak-anak SD (ya iyalahhh…).

Nah, selayaknya pemuda pemudi zaman sekarang nenek bergaul dan mejeng (halah bahasanya…) kemudian bertemulah nenek dengan seorang laki-laki berdarah Makasar dan berprofesi sebagai tentara  dan ditempatkan sama seperti nenekku. Singkat cerita, mereka berkenalan terus jadian (ciee cieee….) dan lahirlah bokap gw sebagai anak pertama dan diberi adik (adik) sebanyak 8 adik *wow kan?* (yang sepertinya di zaman sekarang ini memiliki banyak anak sudah langka, program pemerintah ding yang menganjurkan 2 anak cukup) begitulah sampai kakek nenekku berdomisili di Jayapura, tapi ketika bokap gw kuliah barulah meninggalkan Jayapura dan hijrah ke Bandung. di Bandung bokap gw bertemu dengan nyokap gw *lho…lho… ko jadi panjang ngalor ngidul gini yak?. Udah ah gw kan mau nyeritain tengan kenangan gw kecil bareng bokap.

*Kisah cinta antara bokap gw dan nyokap gw mah kapan-kapan aja gw ceritain yaaa…

How i miss you dad….

0

I feel freeeee *halah


ini senin kan? tagline senin adalah “I hate monday”

Senin 29 September 2014 ini gak berlaku tagline diatas  , soalnya di kantor gw sendiriaan yang artinya gw bebaaaaas, kerjaan gw beres gw senang burung  bos gw pun senang secara gw udah mengerjakan apa yang menjadi suruhan bos gw *bukannya gw mau-maunya disuruh* tapi yaa begini lah nasib jadi buruh pekerja. klo bos maunya gw gambar ya gw ngegambar *meskipun ga mood* bos gw nyuruh bikinin proposal ya gw bikinin proposal. bos gw nyuruh gw nyemplung sumur ya itu mah gw tendang persilahkan bos gw duluan

pokonya hari ini gw bebaaaass lala la ye yeye

0

Seterah dah’ serah


About a month ago I’ve had physch that you gonna make a phone call like this night at tonight coz I’ve been counting that I thought you were free. But I think it’s not gonna happen 😦 you’re just too busy as hell *for me

“The Drug Don’t Work”

All this talk of getting old
It’s getting me down my love
Like a cat in a bag, waiting to drown
This time I’m comin’ down

And I hope you’re thinking of me
As you lay down on your side
Now the drugs don’t work
They just make you worse
But I know I’ll see your face again

Now the drugs don’t work
They just make you worse
But I know I’ll see your face again

But I know I’m on a losing streak
‘Cause I passed down my old street
And if you wanna show, then just let me know
And I’ll sing in your ear again

Now the drugs don’t work
They just make you worse
But I know I’ll see your face again

‘Cause baby, ooh, if heaven calls, I’m coming, too
Just like you said, you leave my life, I’m better off dead

All this talk of getting old
It’s getting me down my love
Like a cat in a bag, waiting to drown
This time I’m comin’ down

Now the drugs don’t work
They just make you worse
But I know I’ll see your face again

‘Cause baby, ooh, if heaven calls, I’m coming, too
Just like you said, you leave my life, I’m better off dead

But if you wanna show, just let me know
And I’ll sing in your ear again

Now the drugs don’t work
They just make you worse
But I know I’ll see your face again

Yeah, I know I’ll see your face again
Yeah, I know I’ll see your face again
Yeah, I know I’ll see your face again
Yeah, I know I’ll see your face again

I’m never going down, I’m never coming down
No more, no more, no more, no more, no more
I’m never coming down, I’m never going down
No more, no more, no more, no more, no more

*ini lagu ga sengaja gw senandungin dlm lamunan gw tadi sore sebelum sholat Ashar, yg kemudian lamunan gw buyar gara2 dikagetin temen gw Rino dan lalu Rino mengambil gitar ngiringin gw nyanyi band The Verve ini (thanks anyway dude, it mean so much and so nice 🙂 )*

Posted from WordPress for BlackBerry.

0

Lambaikan tangan ke kamera… Mundur teratur


Dari judulnya tampak akan bercerita tentang hal-hal yg mistis, supranatural dan tentang setan (bletak! Sendok melayang akibat kesompralan gw) maaf maaf maksudnya gaib. Buat lo yg mikir klo gw akan cerita tentang ‘Dunia Lain’ yaa sah-sah aja sih secara judul gw adalah jargon atau tagline dari acara yg tiap malem jumat ditayangin di Trans TV a.k.a Dunia Lain (eh Trans tipi apa tipi tujuh si?. Ah pokonya salah satu dari itu lah).

Mungkin ini judul paling melemahkan yang pernah gw bikin, tampak seperti pesimis,menyerah sebelum berperang dan apapun lah yang lainnya.

Okey, untuk urusan yg rada melow melow gedebuk enjoy ini memang gw menyerah, karena gw gamau menjadi bayang-bayang atas orang lain atau pembanding atau patokan dari standar kondisi ideal orang lain.
Siapalah diri gw ini? bukan seseorang yang hatinya sesabar Aisyah, bukan pula seorang sholehah seperti Khadijah, gw hanya seorang gadis biasa dengan banyak kekurangan banyak kesalahan yang semuanya bermuara pada diri gw, jauh dari engkau yang sempurna (setidaknya menurut gw).

Mundur teraturnya gw bukan untuk mengalah untuk menang, tp gw pasrah. Yap, gw pasrahin ini semua ke Allah swt. Perjuangan gw cukup sampai disini, karena gw punya firasat “every women has a strong feelings thou” dan gw sadar seseorang untukmu itu bukanlah aku yang kau curi perhatiannya, bukan pula aku yang kau jaga perasaannya dan bukanlah aku orang yang ingin kau tahu kabar darinya.
Gw jadi inget kata-kata mutiara ulama besar dan sastrawan favorit gw seorang Buya Hamka, beliau bilang : “Bukan laut namanya jika airnya tidak berombak. Bukan cinta namanya jika perasaan tidak pernah terluka. Bukan kekasih namanya jika hatinya tidak pernah merindu dan cemburu”
 
Jadiiiii… Ceritanya cemburu nih? Oh bukan, gw paling gasuka merebut perhatian seseorang yang jelas-jelas ditujukan bukan untuk gw, rasanya gapantes dan seolah gw gak pede *padahal emang* haghag. Anak kecil aja klo rebutan mainan pasti dilerai orang tuanya, dan memberi nasihat ‘sudah jangan rebutan nanti kamu juga kebagian mainan yang lebih seru yang lebih indah’ *dua kata terakhir kayanya lebay bin ngarep* 😀

Intinyaaa ini semua tentang ego maka biarkan gw mundur dari panggung sandiwara ini, gw merasa ada yang salah dari drama kita ini (KITAAAA?).

Gw gamau jadi beban untuk orang yang gw sayang. Sooo… Whenever you ready I’m ready *setel lagu Rolling Stones

“Beast Of Burden”

I’ll never be your beast of burden
My back is broad but it’s a hurting
All I want is for you to make love to me
I’ll never be your beast of burden
I’ve walked for miles my feet are hurting
All I want is for you to make love to me
Am I hard enough
Am I rough enough
Am I rich enough
I’m not too blind to see
I’ll never be your beast of burden
So let’s go home and draw the curtains
Music on the radio
Come on baby make sweet love to me
Am I hard enough
Am I rough enough
Am I rich enough
I’m not too blind to see
Oh little sister
Pretty, pretty, pretty, pretty, girl
You’re a pretty, pretty, pretty, pretty, pretty, pretty girl
Pretty, pretty
Such a pretty, pretty, pretty girl
Come on baby please, please, please
I’ll tell ya
You can put me out
On the street
Put me out
With no shoes on my feet
But, put me out, put me out
Put me out of misery
Yeah, all your sickness
I can suck it up
Throw it all at me
I can shrug it off
There’s one thing baby
That I don’t understand
You keep on telling me
I ain’t your kind of man
Ain’t I rough enough, ooh baby
Ain’t I tough enough
Ain’t I rich enough, in love enough
Ooh! Ooh! Please
I’ll never be your beast of burden
I’ll never be your beast of burden
Never, never, never, never, never, never, never be
I’ll never be your beast of burden
I’ve walked for miles and my feet are hurting
All I want is you to make love to me
I don’t need beast of burden
I need no fussing
I need no nursing
Never, never, never, never, never, never, never be

*sengaja lagunya nge-rock, biar apa? Biar ga selow melow menyebalkan

1

Don’t kill the magic!


Gw nge-upload video ini gegara gw pengen seneng liat pasangan cowo cewe ini manja manjaan. *mudah-mudahan gw gak terlihat mupeng* haghag

Ada alasan yg bikin single ini begitu happening sekarang ini, buat lo yg gak tau band apaan boa sinih simak baik-baik ulasan gw tentang band Magic asal Canada ini cekidot ….

Jadi, setelah 56 tahun lamanya di dunia musik, Magic ini berhasil menyuguhkan musik beraliran Reggae menjadi beken setelah Bob Marley. udah gitu meskipun dibilang band anyar dengan single perdana band ini langsung menduduki tangga teratas di chart Billboard (ooo eeemmm jiiii super coooool cetaaaarrr) *biasa aja wooyy*. terus apa hebatnya band anayar bisa menduduki tangga teratas? bukannya banyak ya? iya memang banyak bin gak aneh band baru bisa menempati chart teratas. Hanya aja ini band beraliran “reggae” sekali lagi beraliran “Reggae” siapa sih yang bisa gitu setelah Bob Marley? gada kan? kan? kan?

Buat yang masih belum terima klo band ini bisa “booming” sekejap, mangga di play aja video nya terus didengerin lagu dengan seksama, dan klo sudah didengerin secara seksama masih ga ngerti coba dengerinnya sambil selow pake headphones dengan kaki naik meja macem gw  (aww… disambit gelas ama Manager) itu tadi jangan ditiru yaa, yang beradab aja dengerinnya sesuai etika budaya timur yang kekinian *halah*.

Dan jika cara diatas masih belum mempengaruhi jiwa raga *lebay* ya berati selera musik kita berbedah…hahahahah =D

0

Naungan sunyi


Pukul berapa ini? Sepertinya larut mulai menyelimutiku
Tidak perlu melirik sang waktu karena dia selalu begitu
Menggerusku dalam keangkuhan
Meninggalkanku meski Aku telanjang

Setitik air mata menghalau perasaan
Biarkan sepi menggelayuti jiwa yang lemah
Dia tercipta bukan dari kesombongan
Hadirnya menemani kau yang sedang resah

Ada cinta yang terabaikan
Ada rindu yang tak tersampaikan
Ada sendu di jiwa yang terasa hampa
Di relung itu entah harus kuisi dengan apa?

Posted from WordPress for BlackBerry.

0

Tukang Ojek


Siapa yg gak tau sama profesi yg satu ini? Tukang Ojek…
Dari namanya sangat jauh dari kata keren, bermodalkan kendaraan beroda dua dan bensin sebagai bahan bakarnya, beberapa orang demi sesuap nasi melakukan profesi ini dan bagi sebagian orang dengan penghasilan pas-pasan akan mengambil profesi ini pula sebagai ‘penghasilan sampingan’, karena uang yg didapat halal dan lumayan daripada lumanyun hehe 😀 *mulai ngegaring.

Umumnya jasa tukang ojek ini dibutuhkan dikala malam hari, dimana angkot jarang berseliweran dan ditujukan bagi rumah/ tempat yang lokasinya terpencil, gak terpencil banget ding 😀 yang pasti akses kendaraan umum tidak ada yg bisa lewat situ kecuali si tukang ojek ini. Eh bisa ding Taksi, tapi terserah lah ya gw bukan mau bahas Taksi, maunya Ojek. *nurut aja lah yaa kan postingan gw.

Intinya postingan ini apaan si? Kok ngalor ngidul gak jelas gini? Okee sabar sabar… Intinya klo lo pernah menggunakan jasa tukang ojek ini jangan lupa untuk mengucapkan ‘terimakasih’ kesannya sepele tapi bisa menentramkan hati si tukang ojeknya lhoo… Buat lo yg menganggap dengan membayar beberapa lembar ribuan / puluhan ribu (tergantung jarak, klo deket 3ribu juga dapet klo jauh 20ribu jg bisa deal) *hayaaahh jadi bahas tarif
ok balik lg ke topik, sampe mana tadi? Oya buat lo yg ngerasa dg membayar tukang ojek adalah bentuk terimakasih, maka mulai sekarang biasakan mengucapkan ‘terimakasih’ anggap aja sebagai ‘bonus’ buat si tukang ojek, biar apa? Biar si tukang ojek seneng, bahagia dan dihargai.

Ada tukang ojek dari daerah Ujung Berung ke Tubagus Ismail dan itu malem-malem, selesai dianter tdk mengucapkan terimakasih malah si tukang ojeknya yg bilang makasih, terus dari daerah Pasteur ke Bypass tidak mengucapkan terimakasih, tidak merasa perlu bilang ‘hati-hati’ (karena itu tengah malam) dan bahkan tidak pedulii apakah si tukang ojek ini sudah tiba rumahnya dengan selamat atau tidak. Pernah lagi ketika mengantri di pom bensin si penumpang meninggalkan tukang ojek untuk mengantri sendiri, sedangkan penumpang sibuk bermain hape dan menunggu area keluar pom bensin. Berlagak seperti bos, yaa memang sih sudah selayaknya hubungan antara tukang ojek dan penumpang seperti itu (memangnya mau berharap seperti apa? Bercanda? Sun-sunan?)

Hey, apakabar klo saling mengenal? Sudahlah tukang ojek mah tukang ojek ajaa, jikalaupun saling kenal kan ‘tugas’ tukang ojek mengantarkan kemanapun si penumpang ingin.
Yuk mariii….

Posted from WordPress for BlackBerry.