Tonight, Bandung under pain

Hai haiii… Alhamdulillah yah kita masih ketemu setelah 3 bln (iya gituu? Iya ajalah 😀 ) gw ga gaperna ngapa-ngapain ini blog. Malem ini gw mau cuhat tentang sesuatu yang berhubungan dengan hati dan berbau cinta *ajiyeeehh #tumben.

Oiyaa… Mumpun lebaran baru seminggu berlalu gw mau ngucapin ‘Taqabalallahu minna wa minkum syiamana wa syiamakum minal aidzin wal faidzin 1435H,, mohon maaf lahir dan bathin yaa 🙂 ‘

Okay, sesuai judulnya malem ini hati gw terluka *halahh, engga jg ding… Pokonya gw sedang kecewa.
Gw itu orangnya terplanning dan well prepared. Kaya misalnya gw mau rayain ulang tahun seseorang itu udah gw rencanain sebulan sebelum, terus klo gw hiking/ camping,nginep dimana pun bebawaan gw lengkap. Pokonya ga minjem brg orang lain dan ga ngerepotin orang lain.

Nah ceritanya, Gw sedang menantikan kedatangan seseorang dari belahan kota yg nun jauh disana yg jaraknya kurang lebih 400km dr kota gw, Bandung Parijs van java. (eh jauh ga sih? Seterah deh pokonya menurut gw jauh)
Berhubung gw orangnya terplanning itu tadi, gw uda nyusun rundown acara dari sebulan sebelum dong, lengkap tuh mulai dari reservasi tempat menginap, jam-jamnya aktifitas, isolanya (istirahat sholat) plus makannya. Komplit dah pokonya.

Mendekati hari H komunikasi makin dilancarin, biar apa? Biar tidak ada dusta diantara kita (kata Broery Pesolima feat. Dewi Yul) haha lebay amat yak, ya pokonya biar ga ada misskomunikasi antara gw dan dirinya :D.

Tiba-tiba bledaaaaarr!! Semua planning dan ekspektasi gw gagal, musnah, pupus, hancur berkeping keping begitu saja gara-gara ada temennya di saat yg bersamaan dg acara gw yang mana-sudah-direncanakan-sejak lama, mengadakan farewell party.Daangg!!! Kok bisa sih? Nimpa acara gw? Kan yg tag waktu duluan gw (hati gw menjerit). Come ooooonn! You got be kidding me! in the middle I never (ok fifth times) meet this guy, and suddnely you came and ruinned the show. Oh my gooood sakitnya itu disiniiiiiiih (⌣́_ƪ).

Lidah gw kelu, akhirnya gw cuma bisa mengalah. Karena apa? Karena cinta itu tidak harus memiliki *tsaahh. Dan sedangkan teman adalah segalanya. Saat ini gw jadi inget bukunya Paul Coelho ‘The alchemist’ yang bunyinya : “Waiting is painful. Forgetting is painful. But not knowing which to do is the worst kind of suffering.

Gw berharap, semoga kita bisa bertemu di lain waktu dengan cara yg lebih indah dan berkah. Aamiin semoga…

Bandung, August 6th 2014 2:30 am

Posted from WordPress for BlackBerry.

Advertisements

Silahkan komen tapi karetnya satu aja *jangan pedes-pedes*

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s