Antara Aku, PLN dan Rumah Baru

<a href=”http://akudanpln.blogdetik.com/&#8221; title=”Harapanku Untuk PLN” target=”_blank” ><img src=”http://akudanpln.blogdetik.com/files/2012/09/6fbb48804bd7589316d33e2f1545e65c_akudanpln_250.gif”></a&gt;

Di Indonesia kita bakal sering berurusan sama yang namanya bureaucracy atau birokrasi. Sebut aja mulai dari bikin Akta Kelahiran, Kartu Keluarga, Kartu Tanda Penduduk (KTP), Sertifikat Rumah, Surat Izin Mengemudi (SIM) hingga pemasangan listrik. Dan yang saya rasakan kesemuanya itu cukup menyita waktu dan memerlukan biaya yang tidak sedikit , saya bilang gitu’ bukan karena saya sotoy (sok tahu) tapi karena saya hampir mengalami serentetan “alur birokrasi” tersebut (kecuali akte kelahiran sih, waktu itu saya masih kecil jadi oleh orang tua akte kelairan sudah dibuatkan. hehe).  Buat saya birokrasi itu melelahkan, setidaknya banyak formulir yang harus diisi sehingga untuk orang yang tidak sabar mereka akan mencari jalan “cepat” agar tidak perlu melewati serangkaian aturan dan prosedur seperti yang slah satunya itu mengisi formulir.

Bulan Pebruari 2012 saya membeli rumah (alhamdulilah yaa 🙂 ), yang tentunya saya harus mengurus banyak surat-surat untuk memperoleh identitas di rumah yang  baru saya beli. Setiap surat itulah yang membutuhnkan birokrasi agar segala macam surat yang saya perlukan menjadi sah dan terdaftar di negeri Indonesia tercinta ini. ‘Perjalanan’ yang saya lakukan ini hasilnya wow sekali, hingga saya berifikir “tidak usah jadi membeli rumah” karena yaa itu tadi birokrasinya melelahkan boo, hehe. Berhubung saya orangnya penyabar 😉 akhirnya surat-surat yang saya perlukan satu persatu terselesaikan dan yes! saya suka membeli rumah! dengan nama yang tercantum disertifikat membuat saya senyum-senyum sendiri (bangga \(^_^)/). Tibalah moment dimana saya mulai memindahkan barang-barang, saya membawa barang dengan cara dicicil sehingga sedikit demi sedikit pula saya mencicil untuk bebenah rumah. Hingga tiba suatu hari saking asyiknya saya bebenah saya kemaleman untuk pulang, jam 17.30 wib saya merasa langit sudah cukup gelap dan saya bermaksud untuk menyalakan lampu. Cettrreeek!  saya menekan saklar lampu, lampu tidak nyala lalu saya ulangi lagi menekan saklar lampu dan hasilnya tetap sama.

Haaiiiiiyyaaaaaaahh!! Seketika saya pun tersadar saya kan’ belum memasang listrik!! oooohhh tidaaaaaakk! rasanya pusing sekali disaat saya berfikir semua urusan sudah selesai ternyata masih ada satu hal lagi yang belum terselesaikan. Saya mencoba untuk tenang namun tidak berhasil larena pikiran saya sudah terlanjur dipenuhi dengan birokrasi yang panjang dan melelahkan itu. Saya harus menyiapkan segala surat-surat untuk permohonan pemasangan baru di PLN terdekat. Akhirnya keesokan harinya saya mendatangi PLN di wilayah Bandung Timur, setelah saya selesai mengantri dengan tertib saya pun berbicara dengan receptionist nya. Alangkah terkejutnya saya, karena prosedur pemasangan baru di PLN sangatlah mudah dan cepat. Dugaan saya melenceng! di PLN ini saya hanya diam di satu titik (receptionist) dan masalah pun beres! rasanya membahagiakan sekali. Bagaimana tidak,setelah saya memenuhi persyaratan berkas yang diperlukan, saya sudah mendapat jawaban dengan pasti bahwa “proses pemasangan listrik butuh waktu dua minggu karena antrian banyak” begitu jawab petugas receptionist nya. Seminggu berlalu saya dikejutkan oleh kedatangan ‘Tim Survei’ dari PLN untuk meninjau keabsahan dari data yang saya berikan serta kondisi rumah yang akas dipasangi meteran listrik. Tidak sampai dua minggu ternyata petugas PLN sudah datang kembali untuk pemasangan titik-titik saklar dan lampu, saya pun sudah memiliki meteran listrik dengan metoda terbaru yaitu menggunakan pulsa token. Senangnya hari gini instansi pemerintahan bekerja sigap dan cepat.

PLN kini memang lebih baik dan bersih, dari segi pelayanan PLN selalu meningkatkan kualitas dan pelayanannya. PLN ‘bersih’ dengan tidak adanya calo-calo untuk pemasangan, biaya yang disampaikan pun rinci dan gamblang. Untuk itu saya sangat berterimakasih kepada PLN yang membuat rumah baru saya menjadi terang dan telah menghilangkan kekhawatiran berlebih karena “borokrasi yang melelahkan” itu tidak ada dan tidak berlaku untuk PLN :).

Advertisements

Silahkan komen tapi karetnya satu aja *jangan pedes-pedes*

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s